Salat Idulfitri Iran 2026: Ribuan Warga Teheran Tetap Khidmat Gelar Salat Ied

JurnalPatroliNews – Jakarta – Di tengah eskalasi konflik yang kian memanas dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, ribuan warga Iran tetap melangsungkan ibadah salat Idulfitri 1447 Hijriah dengan penuh kekhidmatan, Sabtu (21/3/2026).

Meskipun ancaman serangan udara membayangi wilayah pemukiman, antusiasme jemaah tidak surut untuk menandai berakhirnya bulan suci Ramadan.

Pelaksanaan salat Id terpusat di Masjid Agung Imam Khomeini, Teheran. Namun, ada pemandangan yang tidak biasa pada perayaan tahun ini; Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan tidak hadir dalam jemaah tersebut.

Sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba diketahui belum pernah tampil secara terbuka di hadapan publik.

Sebagai gantinya, Kepala Peradilan Iran, Gholam Hossein Mohseni Ejei, hadir mendampingi jemaah di lokasi utama.

Kondisi keamanan di ibu kota dilaporkan dalam status siaga tinggi. Teheran telah mengalami pemboman hampir setiap hari sejak dimulainya serangan gabungan AS-Israel.

Bahkan menurut laporan kantor berita Fars, serangan udara kembali menghantam sejumlah distrik di Teheran dan kota Isfahan pada malam menjelang hari raya.

Meski demikian, membludaknya jumlah jemaah memaksa sebagian warga untuk menggelar sajadah di trotoar dan area luar masjid.

Rekaman televisi menunjukkan kerumunan besar yang tetap tenang menjalankan ibadah, sekalipun wilayah tersebut berisiko tinggi menjadi target serangan strategis.

Selain di Teheran, suasana khidmat serupa juga dilaporkan terjadi di berbagai kota besar lainnya seperti Arak, Zahedan, hingga Abadan.

Keteguhan warga Iran dalam menjalankan ibadah di tengah gempuran ini menjadi simbol perlawanan dan ketahanan mental masyarakat di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang semakin tidak menentu.