São Tomé dan Príncipe Tegaskan Dukungan terhadap Otonomi Sahara Barat di Bawah Maroko


JurnalPatroliNews – Rabat – Pemerintah São Tomé dan Príncipe kembali menegaskan dukungannya terhadap kedaulatan Maroko atas wilayah Sahara Barat. Sikap tersebut disampaikan usai pertemuan tingkat tinggi antara kedua negara di Rabat, sebagaimana dikutip pada Rabu (15/4/2026).

Pertemuan tersebut mempertemukan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita dengan Menteri Negara Urusan Luar Negeri, Kerja Sama, dan Komunitas São Tomé dan Príncipe, Ilza Maria dos Santos Amado Vaz.

Dalam pernyataannya, Ilza Maria dos Santos Amado Vaz menegaskan bahwa negaranya mendukung penuh rencana otonomi yang diajukan oleh Maroko sebagai solusi utama dalam menyelesaikan sengketa Sahara Barat.

“Rencana otonomi yang diajukan oleh Kerajaan Maroko merupakan satu-satunya solusi yang kredibel dan realistis untuk menyelesaikan sengketa regional ini,” ujarnya.

Selain itu, São Tomé dan Príncipe juga menyambut baik adopsi Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 2797 yang dinilai memperkuat posisi Maroko dalam upaya penyelesaian konflik tersebut.

Resolusi tersebut dinilai mendukung inisiatif otonomi yang diusulkan Maroko sebagai dasar yang serius, kredibel, dan berkelanjutan untuk mencapai solusi politik yang permanen.

Di sisi lain, pemerintah São Tomé dan Príncipe turut mengapresiasi kemajuan yang dicapai Maroko dalam pembangunan sosial-ekonomi di wilayah provinsi selatan. Model pembangunan tersebut dinilai mampu menciptakan stabilitas, meningkatkan keamanan, serta mendorong integrasi kawasan.

Dukungan ini menambah daftar negara yang menyatakan sikap sejalan dengan Maroko dalam upaya mencari solusi atas konflik Sahara Barat yang telah berlangsung lama di kawasan tersebut.