JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa armada militer negaranya tengah bergerak menuju Iran, Kamis (22/1/2026).
Langkah ini diambil sebagai respons atas situasi domestik Iran yang masih diguncang demonstrasi besar serta peringatan keras Washington terhadap proyek nuklir Tehran.
Meskipun menunjukkan kekuatan militer, Trump menyatakan keinginannya untuk menghindari konflik terbuka.
“Kami memiliki banyak kapal yang menuju ke arah itu untuk berjaga-jaga. Saya lebih suka tidak terjadi apa pun, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat,” tegas Trump.
Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa inti dari armada tersebut adalah kapal induk USS Abraham Lincoln yang didampingi oleh sejumlah kapal perusak berpeluru kendali.
Selain kapal perang, Pentagon dilaporkan tengah mempertimbangkan pengiriman sistem pertahanan udara tambahan untuk melindungi pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah dari potensi serangan balasan Iran.
Situasi di Iran sendiri dilaporkan masih mencekam akibat krisis ekonomi yang memicu protes sejak Desember 2025. AS berulang kali mengancam akan melakukan intervensi jika laporan mengenai ribuan korban jiwa di pihak demonstran terus berlanjut.
Di sisi lain, otoritas Iran secara konsisten menuding bahwa kerusuhan di dalam negeri mereka merupakan hasil sabotase intelijen Amerika Serikat dan Israel.














