JurnalPatroliNews – Jakarta – Investigasi internal militer Amerika Serikat (AS) mengungkap temuan awal yang mengejutkan terkait serangan mematikan di sebuah sekolah dasar putri di Kota Minab, Iran Selatan, pada 28 Februari lalu.
Data intelijen yang telah usang diduga kuat menjadi penyebab rudal presisi AS menghantam bangunan sekolah dan menewaskan 170 anak.
Laporan Reuters pada Sabtu (14/3/2026) menyebutkan bahwa perencana militer AS kemungkinan besar menggunakan koordinat target lama milik Defense Intelligence Agency (DIA).
Data tersebut merujuk pada Shajareh Tayyebeh School sebagai bagian dari kompleks militer Iran, tanpa menyadari bahwa fungsinya telah berubah total dalam beberapa tahun terakhir.
Analisis video dan bukti di lapangan menunjukkan lokasi tersebut dihantam oleh rudal jelajah Tomahawk. Ironisnya, citra satelit terbaru sebenarnya memperlihatkan area bermain dan mural berwarna di dinding bangunan yang menjadi ciri khas sekolah, namun informasi visual ini diduga luput dari sinkronisasi data penargetan militer.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa penyelidikan lanjutan kini dialihkan kepada pejabat militer senior di luar Pusat Komando (CENTCOM) guna menjamin objektivitas.
“Kami tidak akan membiarkan laporan media memaksa kami menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi. Penyelidikan komando ini akan berlangsung selama yang dibutuhkan untuk menjawab semua hal yang berkaitan dengan insiden ini,” tegas Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon, Senin (16/3/2026).
Jika bukti keterlibatan AS terkonfirmasi secara final, tragedi ini akan tercatat sebagai salah satu insiden jatuhnya korban sipil terbesar dalam sejarah operasi militer AS di Timur Tengah selama beberapa dekade terakhir.
Situasi ini diprediksi akan semakin memperkeruh hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran di tengah tensi perang yang kian memanas.














