JurnalPatroliNews – Jakarta – Uni Eropa bersama blok Mercosur akhirnya meresmikan kesepakatan dagang bebas terbesar dalam sejarah hubungan kedua kawasan setelah proses perundingan yang memakan waktu seperempat abad.
Penandatanganan dilakukan di Asuncion, Paraguay, Sabtu 17 Januari 2026, di tengah meningkatnya tensi global akibat kebijakan tarif dan arus proteksionisme.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan, perjanjian ini bukan sekadar kesepakatan ekonomi, tetapi juga pernyataan sikap politik Eropa. Menurutnya, Uni Eropa memilih jalan kerja sama dan perdagangan yang adil dibandingkan menutup diri dengan tarif dan pembatasan.
“Kami memprioritaskan kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan, bukan isolasi,” kata von der Leyen dalam seremoni penandatanganan.
Presiden Paraguay Santiago Peña menyebut kesepakatan tersebut sebagai simbol komitmen kuat terhadap perdagangan internasional di tengah situasi global yang penuh tekanan. Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira menambahkan, perjanjian ini menjadi tameng penting menghadapi ketidakpastian ekonomi dan kecenderungan proteksionisme.
Kesepakatan UE–Mercosur ini tercapai hanya beberapa saat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif baru terhadap delapan negara Eropa yang dianggap mendukung Denmark dalam sengketa Greenland. Trump mengancam mengenakan tarif 10 persen mulai 1 Februari 2026 dan meningkat menjadi 25 persen pada Juni jika tidak ada kesepakatan pengambilalihan Greenland oleh AS.
Perjanjian dagang ini menghapus bea masuk atas lebih dari 90 persen transaksi perdagangan antara kedua kawasan dan membentuk pasar bebas yang mencakup sekitar 30 persen produk domestik bruto dunia dengan basis lebih dari 700 juta konsumen.
Meski masih harus disetujui Parlemen Eropa dan diratifikasi oleh parlemen Argentina, Brasil, Paraguay, serta Uruguay, para pemimpin UE dan Mercosur optimistis kesepakatan ini akan membuka lapangan kerja, mendorong investasi, dan memperkuat kemitraan lintas Atlantik, meskipun mendapat kritik dari kalangan petani dan aktivis lingkungan di Eropa.














