JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Iran secara resmi mengonfirmasi telah menandatangani kesepakatan bilateral dengan Amerika Serikat guna mengakhiri eskalasi perang yang sedang berlangsung.
Pengumuman resmi dari pihak Teheran tersebut sekaligus memperkuat pernyataan penuh optimisme yang sebelumnya telah disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa dokumen kerja sama yang diberi nama Islamabad Memorandum of Understanding kini telah difinalisasi serta ditandatangani oleh kedua kepala negara.
Baqaei menegaskan melalui pemberitaan kantor berita IRNA bahwa dengan rampungnya penandatanganan tersebut maka kini saatnya menguji implementasi di lapangan.
Menurut penjelasan resmi pihak kementerian, proses penandatanganan berkas kesepakatan tersebut dilakukan secara elektronik dan jarak jauh oleh kedua pemimpin tertinggi.
Meningat efisiensi proses tersebut, otoritas Iran menilai tidak ada lagi kebutuhan mendesak untuk menggelar upacara seremonial kenegaraan secara tatap muka.
Sebelumnya, pemerintah Swiss sempat menyatakan bahwa sebuah seremoni peresmian akan digelar di sebuah hotel pegunungan mewah yang menghadap langsung ke Danau Lucerne pada hari Jumat esok.
Agenda seremonial di Swiss tersebut sedianya direncanakan bakal dihadiri oleh Ketua Parlemen Iran Bagher Ghalibaf serta Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance.
Namun Baqaei menekankan bahwa bagi pihak Iran pengesahan langsung oleh para pemimpin negara sudah sangat cukup untuk memberikan legitimasi politik yang kuat.
Ia menambahkan bahwa ketika dokumen ditandatangani oleh pejabat tertinggi kedua negara maka segala bentuk pelanggaran secara alami akan menimbulkan konsekuensi politik yang jauh lebih besar.
Teks lengkap dari dokumen perjanjian perdamaian tersebut dilaporkan telah dirilis secara terbuka oleh kedua belah pihak ke ruang publik.
Pasca-penandatanganan ini, pihak Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan bakal segera memasuki masa negosiasi lanjutan selama dua bulan ke depan guna membahas detail tahapan implementasi.
Salah satu langkah awal yang paling dinantikan oleh dunia internasional adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran komersial yang strategis.
Pembukaan kembali selat penghubung utama perdagangan komoditas minyak dan gas bumi tersebut diperkirakan akan membantu menstabilkan pasokan energi global yang sempat terganggu akibat gejolak konflik.













Komentar