Ketika Digelar Pratisentana Sira Arya Kubontubuh-Kuthawaringin (PPSAKK) di Klungkung Tahun 2021

  • Whatsapp

JurnalPatroliNews – Klungkung – Ketua Umum PPSAKK Pusat Prof. Dr. I Ketut Mertha, SH. M.Hum mengungkapkan, pentingnya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pemangku terhadap makna dan tatacara pelaksanaan upacara agama sehari-hari. Oleh karenanya, pengurus pusat Pratisentana Sira Arya Kubontubuh-Kuthawaringin (PPSAKK) memberikan pemahaman Pemangku dan Serati PPSAKK se-Bali 2021 di Wantilan Pura Kawitan Pedharman Dalem Tugu Desa Gelgel, Klungkung.

Ditegaskan pula oleh Prof Mertha, kegiatan yang tetap mematuhi protokol kesehatan ini juga bertujuan agar pengalaman yang didapat para pemangku dan serati dapat disinergikan dengan nilai-nilai agama, nilai filosofi, tatwa agama Hindu yang adhi luhung. “Sehingga kualitas kepemangkuan dan serati di pasemetonan Pratisentana Sira Arya Kubontubuh-Kuthawaringin dapat meningkat dengan diisi pemahanan yang lebih matang terhadap ajaran agama yang adhi luhung, yang didasari kitab suci Weda, etika dan tatwa,” ucapnya.

BACA JUGA :

Penataran diikuti oleh pemangku-pemangku dadia dari perwakilan Pasemetonan Pratisentana Sira Arya Kubontubuh-Kuthawaringin (PPSAKK) Kabupaten/Kota/Cabang se-Bali sejumlah lebih dari 90 orang.

Prof Mertha juga mencontohkan yang harus dipahami mangku dan serati terkait ‘Caru Ekasata’.

Apa itu caru ekasata? Apa saja kelengkapan bantennya? Bagaimana tata letaknya, bagaimana mantranya, bagaimana pelaksanaannya dan sebagainya, sehingga jelas maksud dan tujuannya tidak berdasarkan mula keto.

Sementara itu, Kepala Bidang Mental dan Spiritual Prof Dr I Nengah Duija yang juga selaku Manggala Prawartaka menambahkan, kegiatan rutin meningkatkan pengetahuan pemangku dan serati PPSAKK Se-Bali yang tiap tahun digelar, di mana diharapkan menjadi ujung tombak dalam menjaga Hindu Bali, di tengah perkembangan zaman atau perubahan zaman.

“Kita harus kokohkan para pemangku dan serati bahwa nantinya menjadi bagian terpenting pelaksanaan agama di tingkat bawah setelah sulinggih. Kami pengurus pusat PPSAKK akan terus melakukan kegiatan ini, agar outputnya menambah pengetahuan baru dan pendalaman pengetahuan yang harus dilakukan pemangku,” kata Prof Duija yang juga Mantan Rektor IHDN Denpasar ini.

Pada bagian lain Jero Mangku (JM) Brigjen Pol Drs I Pt Gede Suastawa SH mengatakan, kegiatan ini sangat bagus dan sangat diapresiasi, karena dapat meningkatkan pengetahuan kepemangkuan. Di mana dirinya juga menjadi pembicara dengan memberikan materi konsep ketuhanan Hindu, konsep adanya banten yang tertuang dalam Bhagawangita, Sarasamuscaya dan Lontar Yadnya Pekerti yang ada di Bali.

“Saya juga memberikan pemahaman bagaimana kita patutnya sebagai pemangku yang memiliki etika,” ucap Gede Suastawa yang juga menjabat Kepala BNN Bali.

Pos terkait