16 dibaca,  1 dibaca hari ini

JurnalPatroliNews – Gianyar – Ketika menerima Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, bahwa Bali belum akan membuka kembali kran pariwisata, apalagi untuk kunjungan turis internasional.

“Pasalnya, Bali saat ini masih berfokus pada upaya percepatan penanggulangan pandemi Covid-19 terlebih belakangan ini kasus transmisi lokal cenderung meningkat,” tegas Gubernur Koster saat menerima kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Wishnutama Kusubandio di Restoran Bebek Tepi Sawah, Ubud, Gianyar, Rabu (17/06).

Kendati demikian, lanjut Gubernur Koster, Pemprov Bali tetap merancang berbagai langkah protokol menghadapi tata kehidupan baru (new normal), termasuk perencanaan kapan dan bagaimana penerapan protokol saat dibukanya sektor pariwisata.

“Melihat situasi di Bali secara umum, sesuai perkembangan Covid – 19 yang masih dinamis, masih cukup tinggi di beberapa wilayah di Bali, maka dari sisi kesehatan saya bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Provinsi Bali melihat dan mengambil sikap, Bali memang belum layak dan belum kondusif untuk penerapan protokol kesehatan dalam konteks sektor pariwisata. Tapi kami telah menyiapkan langkah-langkah protokol kesehatan sekiranya sektor pariwisata mulai dibuka,” jelas Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini.

Didampingi Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Gubernur Koster menyampaikan soal rencana tahapan-tahapan dibukanya sektor pariwisata Bali.

Di antaranya mulai 9 Juli nanti, menurut Gubernur Koster, pariwisata akan dibuka khusus hanya untuk pergerakan masyarakat lokal Bali pada beberapa sektor tertentu.

Apabila situasi kondusif, kemudian dilanjutkan pada Agustus 2020 untuk wisatawan domestik nusantara, dan untuk wisatawan internasional rencananya dibuka mulai September 2020.

“Sekali lagi saya ini tegaskan, ini baru ancang-ancang, bukan jadwal yang pasti akan dilaksanakan. Jadi atau tidaknya ini dilaksanakan akan sangat tergantung situasi dan dinamika perkembangan Covid – 19 di lapangan, terutama transmisi lokal di Bali. Saya sangat menerapkan prinsip kehati-hatian terkait pariwisata, dan Bapak Menteri pun memiliki pandangan yang sama. Jangan sampai terjadi gelombang kedua, yang tentunya akan sangat susah dihadapi,” jelas Gubernur Koster kepada awak media.(TiR).-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *