Pemulihan Layanan Telekomunikasi di NTT dan NTB Terus Berlangsung

  • Whatsapp
Ilustrasi (Dok.binews.id)

JurnalPatroliNews – Jakarta,– Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, pihaknya bersama operator seluler tengah melakukan pemantauan dan pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur.

Agar dapat berfungsi kembali secara normal meskipun jaringan listrik belum tersedia.

“Kami terus melakukan monitoring terhadap jaringan telekomunikasi dan meminta operator seluler untuk mengerahkan segala upaya pemulihan layanan terhadap site seluler yang masih down,” kata Johnny G. Plate di Jakarta, Senin (5/4).

Operator seluler sedang berupaya keras untuk kembali mengaktifkan sebagian base-transceiver station (BTS) yang terdampak banjir bandang dan longsor.

“Bersama operator seluler kami berkomitmen untuk terus menyediakan kapasitas dan kualitas layanan telekomunikasi terbaik bagi masyarakat,” kata Johnny G. Plate.

Kementerian Kominfo melakukan monitoring infrastruktur dan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak bencana di Kabupaten Malaka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang di Provinsi NTT serta Kabupaten Bima di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Banjir di Kabupaten Malaka terjadi sejak Jumat (2/4) lalu, sementara banjir bandang dan longsor melanda Kabupaten Bima pada Sabtu (3/4/) pukul 15.00 WITA.

Hari Minggu (4/4) bencana serupa juga menimpa Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang pada dini hari 01.00 WITA.

Bencana mengakibatkan aliran listrik terputus sehingga menyebabkan beberapa site BTS seluler mengalami down service dan tidak dapat berfungsi. Hasil monitoring operator seluler sampai dengan hari ini pukul 11.00 WIB menunjukkan ada 98 site yang terdampak dari 2638 site eksisting di Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Malaka, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang. Di Kabupaten Bima ada sekitar empat site yang terdampak dari 663 site eksisting.

“Sedangkan enam site BTS Universial Service Obligation (USO) yang berada di Kabupaten Lembata tidak terdampak oleh bencana tersebut dan harapannya akan tetap terus demikian,” ujar Johnny G. Plate.

Saat ini operator seluler telah menyediakan Mobile Backup Power (MBP) atau genset untuk menyambungkan kembali site BTS yang terdampak. Ini dilakukan sebagai langkah alternatif agar layanan bagi pelanggan tetap bisa terjaga.

“Beberapa daerah yang terkena bencana juga mengalami fiber-optic cut (FO Cut). Namun, layanan telah kembali normal karena sudah dilakukan penyambungan kembali,” jelas Johnny G. Plate.

(askara)

Pos terkait