Persiapan New Normal Buleleng, Bupati PAS Gelar Rakor FKPD

  • Whatsapp
ist

JurnalPatroliNews – Buleleng – Dalam upaya mensinergikan langkah persiapan New Normal yang direncanakan dibuka 09 Juli 2020 oleh Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyelenggarakan rapat koordinasi.

Rapat tersebut dipimpin Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Senin,(15/06).

Bacaan Lainnya

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana memaparkan kepada peserta rapat, bahwa guna menyatukan langkah dan pandangan dalam persiapan new normal di Buleleng ada beberapa hal yang harus dilakukan, antara lain pengawasan melekat terhadap pelaku perjalanan ke wilayah Buleleng akan dibuatkan pos sekat di wilayah Buleleng Timur, tepatnya di Desa Tembok dan Buleleng Barat di Labuhan Lalang, Desa Sumberkelampok.

“Walaupun di Pelabuhan Gilimanuk sudah di rapid, nanti dipos sekat akan kita test juga, agar yang masuk ke Buleleng betul-betul sehat, besok akan kita buat bersama unsur terkait, Kepolisian dan Kodim,” tegasnya.

Disamping pos sekat, ungkap Bupati yang akrab disapa PAS ini, bahwa setelah rapat kemarin dengan desa adat untuk melakukan perarem dalam rangka mengatur tata cara persembahyangan, penggunaan masker, PHBS serta sosial distancing yang disesuaikan dengan surat edaran Gubernur.

”Tentunya ada awig-awig yang mengatur maupun sanksi-sanksi bagi yang melanggar. Jika perarem ini jalan, maka saya akan melonggarkan lagi jam operasional pasar agar sektor ekonomi tambah bergeliat,” ujarnya.

Terkait kegiatan keagamaan umat, Bupati PAS mengatakan, untuk mengatur tata cara beryadnya dan beribadah yang ditekankan pada pertanggungjawaban dari pelaksanaan keagamaan tersebut, bahwa wilayah tempat ibadah tersebut bebas covid, melaksanakan persembahyangan sesuai protokol kesehatan, serta pembatasan umat yang terlibat didalamnya guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Hari Kamis di pekan ini, kami akan rapat dengan mengundang MUI, pemuka Agama, Majelis Madya Desa Pakraman, Bendesa Adat guna menyamakan pandangan, menyeragamkan langkah, agar tidak ada perbedaan,” pungkasnya. (TiR).-

Pos terkait