Salah satu daya tarik utama dalam program ini adalah “Pesta Riang Nusantara”, sebuah pameran instalasi interaktif yang mengangkat Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui pengalaman bermain dan eksplorasi budaya secara langsung.
Di area tersebut, pengunjung dapat menemukan replika kudapan Nusantara, permainan tradisional, hingga alat musik daerah yang dihadirkan dalam bentuk instalasi interaktif. Anak-anak dapat bermain dakon raksasa, menikmati suasana festival layang-layang Bali, hingga mengeksplorasi suara alat musik tradisional Nusantara.
Berbagai unsur budaya daerah turut diperkenalkan, mulai dari Sisingaan asal Jawa Barat, Kuda Gipang dari Kalimantan Selatan, permainan Layang-Layang Lingga dari Kepulauan Riau, hingga Begasing Terenang dari Bangka Belitung.
Dari sisi kuliner, pengunjung juga dikenalkan dengan beragam makanan tradisional seperti Kue Sengkulun khas Jakarta, Kipo dari Yogyakarta, dan Ledre dari Jawa Timur. Sementara alat musik seperti Sape dari Kalimantan Barat serta Tifa dari NTT dan Papua turut menjadi bagian dari pengalaman budaya yang dihadirkan.
Founder KiN Space, Kartika Winata, mengatakan bahwa ruang budaya seperti KiN Space penting untuk membangun hubungan emosional anak dengan budaya bangsa sejak usia dini.
“Ketika budaya dikenalkan melalui permainan, seni, dan pengalaman langsung, proses belajar akan terasa lebih dekat dan bermakna bagi anak-anak,” katanya.
Selain menghadirkan ruang budaya interaktif, KiN Space juga menampilkan berbagai instalasi seni melalui program KiNstallation. Instalasi tersebut dirancang agar dapat disentuh, dimainkan, dan dieksplorasi secara sensorik oleh pengunjung.














