JurnalPatroliNews | Jakarta — Sebanyak 15 putra-putri bangsa dinyatakan lulus dalam Sidang Pantukhir Tahap II Penerimaan Perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI Tahun Anggaran 2026.
Sidang tersebut dipimpin Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsda TNI Djohn Amarul, S.A.B., M.A., di Aula Spers TNI Gedung B2 Lantai 4, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (30/9/2026).
Sebanyak 21 peserta mengikuti tahapan akhir seleksi tersebut. Setelah melalui seluruh rangkaian penilaian, termasuk Attitude Test yang dilaksanakan di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, sebanyak 15 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melanjutkan ke Pendidikan Pertama (Dikma).
Dalam sambutannya, Djohn Amarul menegaskan seleksi Perwira PSDP Penerbang TNI memiliki kekhususan. Para peserta tidak hanya dituntut memenuhi persyaratan sebagai calon prajurit TNI, tetapi juga harus mempunyai kompetensi, kemampuan dan potensi yang sesuai dengan kebutuhan seorang calon penerbang.
“Seleksi ini memiliki kekhususan. Calon yang ditetapkan tidak hanya harus memenuhi persyaratan sebagai prajurit TNI, tetapi juga memiliki kompetensi, kemampuan, dan potensi sebagai calon penerbang TNI Angkatan Udara,” jelas Djohn.
15 Peserta Lolos ke Tahap Pendidikan
Hasil Pantukhir menjadi penentu bagi para peserta untuk melangkah ke tahap berikutnya. Dari 21 peserta yang mengikuti sidang, 15 orang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti Pendidikan Pertama.
Secara proporsi, jumlah peserta yang lolos mencapai sekitar 71,4 persen dari total peserta Pantukhir Tahap II.
Namun, kelulusan tersebut bukan akhir dari proses pembentukan calon penerbang TNI. Sebaliknya, hasil tersebut menjadi pintu masuk menuju pendidikan militer yang akan membentuk kemampuan dan karakter para calon perwira.
Mulai Pendidikan di Akademi Militer
Para peserta yang dinyatakan lulus dijadwalkan mengikuti Pendidikan Pertama mulai 1 Oktober 2026 di Akademi Militer, Magelang.
Tahapan pendidikan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para calon perwira sebelum nantinya mengemban tugas sebagai bagian dari kekuatan TNI.
Selain kemampuan teknis, proses pendidikan juga menjadi ruang pembentukan kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab serta kesiapan menjalankan tugas sebagai prajurit.
Bagi 15 peserta yang berhasil melewati Pantukhir, perjalanan menuju dunia penerbangan militer pun resmi dimulai.
Mereka dipersiapkan untuk menjadi bagian dari kekuatan TNI dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah udara Indonesia.
Dari Cilangkap menuju Magelang, langkah 15 calon penerbang tersebut kini memasuki fase baru. Pendidikan dan pembentukan akan menjadi tahap berikutnya sebelum mereka benar-benar mengemban tugas sebagai penjaga langit Nusantara.















Komentar