Ini 4 Ketum Parpol yang Pegang Kursi Menko di Kabinet Prabowo

JurnalPatroliNews | Jakarta — Struktur Kabinet Merah Putih kembali berubah setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle pada Kamis (1/10/2026). Salah satu perubahan paling menonjol adalah masuknya Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia ke jajaran Menteri Koordinator.

Bahlil dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus tetap menjalankan tugas sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pengangkatan tersebut tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026.

Dengan perubahan tersebut, terdapat empat ketua umum partai politik yang kini memegang jabatan menteri koordinator dalam pemerintahan Prabowo, yakni Bahlil Lahadalia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Zulkifli Hasan, dan Abdul Muhaimin Iskandar.

Keempatnya berasal dari partai politik berbeda dan masing-masing memimpin kementerian koordinator dengan bidang kerja yang berbeda.

1. Bahlil Lahadalia — Ketum Golkar dan Menko Hilirisasi

Bahlil Lahadalia menjadi nama terbaru dalam jajaran ketua umum partai politik yang dipercaya memimpin kementerian koordinator.

Pada reshuffle 1 Oktober 2026, Prabowo melantiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Bahlil tetap dipercaya sebagai Menteri ESDM, sehingga kedua fungsi tersebut kini berada di bawah kepemimpinannya.

Sebelumnya, Bahlil telah memimpin Kementerian ESDM. Ia juga pernah menjabat Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Usai pelantikan, Bahlil menyebut posisi barunya sebagai amanah yang diberikan Presiden.

“Amanah dari Bapak Presiden untuk bangsa dan negara,” kata Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Ia mengatakan dirinya siap menjalankan penugasan tersebut bersama tugasnya sebagai Menteri ESDM.

Pembentukan kementerian koordinator baru ini berkaitan dengan agenda pemerintah di bidang hilirisasi dan transisi energi. Bahlil sendiri menyatakan kebijakan hilirisasi dan transisi energi tidak dapat dijalankan secara parsial.

2. Agus Harimurti Yudhoyono — Ketum Demokrat dan Menko Infrastruktur

Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY merupakan Ketua Umum Partai Demokrat periode 2025-2030. Ia kembali terpilih dalam Kongres VI Partai Demokrat pada Februari 2025.

Di pemerintahan, AHY menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Posisi tersebut masih diembannya pada 2026. Dokumen resmi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mencatat AHY sebagai Menteri Koordinator pada 2026.

Dalam sejumlah agenda pemerintah sepanjang 2026, AHY terlibat dalam koordinasi pembangunan infrastruktur, konektivitas, penataan ruang hingga pembangunan kewilayahan.

Dalam reshuffle 1 Oktober 2026, posisi AHY sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tidak termasuk yang diganti.

3. Zulkifli Hasan — Ketum PAN dan Menko Pangan

Zulkifli Hasan atau Zulhas merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN). Struktur resmi PAN masih mencatat Zulhas sebagai Ketua Umum.

Di pemerintahan Prabowo, Zulhas memegang posisi Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Jabatan tersebut telah diembannya sejak awal Kabinet Merah Putih pada Oktober 2024 dan masih dijalankan pada 2026. Kementerian Koordinator Bidang Pangan juga mencatat berbagai agenda Zulhas sebagai Menko Pangan sepanjang 2026.

Sebagai Menko Pangan, Zulhas berada pada posisi yang mengoordinasikan kebijakan lintas sektor terkait ketahanan pangan, termasuk agenda swasembada pangan dan program prioritas pemerintah.

Dalam reshuffle 1 Oktober 2026, posisi Zulhas sebagai Menko Pangan tetap bertahan.

4. Abdul Muhaimin Iskandar — Ketum PKB dan Menko Pemberdayaan Masyarakat

Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin merupakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Profil resmi PKB mencatat Muhaimin sebagai Ketua Umum DPP PKB.

Prabowo menunjuk Muhaimin sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sejak pembentukan Kabinet Merah Putih pada Oktober 2024.

Posisi tersebut masih dijalankan Muhaimin pada 2026. Dokumen resmi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat mencatat Muhaimin sebagai pejabat yang menandatangani sejumlah keputusan kementerian pada 2026.

Bidang yang berada dalam koordinasinya antara lain agenda pemberdayaan masyarakat dan penguatan kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat.

Dalam reshuffle 1 Oktober 2026, Muhaimin juga tidak termasuk pejabat yang diganti.

Empat Ketua Umum, Empat Bidang Strategis

Masuknya Bahlil ke jajaran Menko membuat konfigurasi pemerintahan Prabowo kini memperlihatkan empat ketua umum partai politik yang sekaligus memegang jabatan menteri koordinator.

Bahlil membawa portofolio hilirisasi dan transisi energi, AHY mengoordinasikan infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, Zulhas menangani koordinasi pangan, sedangkan Muhaimin memimpin koordinasi pemberdayaan masyarakat.

Secara kelembagaan, keempat posisi tersebut memiliki ruang koordinasi yang berbeda. Namun, seluruhnya berada pada level kementerian koordinator yang berfungsi mengoordinasikan kementerian-kementerian teknis dalam bidang masing-masing.

Sementara itu, reshuffle 1 Oktober 2026 tidak hanya mengubah posisi Bahlil. Setneg mencatat Presiden Prabowo melantik sejumlah menteri dan wakil menteri lainnya dalam sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024-2029.

Konfigurasi baru tersebut menjadi bagian dari penataan pemerintahan Prabowo memasuki tahun ketiga masa pemerintahannya.

Komentar