Basarnas Yogyakarta Lakukan Pencarian Malam Hari Terhadap Remaja yang Hilang di Laut

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kecelakaan laut menimpa seorang remaja bernama Angger Raditya Nanda (16), warga Bantul, yang dilaporkan hilang saat mencoba berselancar di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, pada Minggu (19/4).

Insiden tragis tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di area yang dikenal memiliki arus laut kuat atau rip current.

Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban bersama rekannya, Angga Hendra Saputra (16), meminjam papan selancar milik teman mereka tanpa mengikuti standar operasional prosedur (SOP).

Keduanya mencoba bermain ombak tanpa pengawasan dari peselancar profesional maupun pemilik alat tersebut.

Kronologi Penyelamatan yang Menegangkan Saat asyik mencoba papan selancar, posisi keduanya perlahan terseret arus menuju ke tengah laut. Rekan korban yang melihat kejadian tersebut segera melapor kepada petugas penjaga pantai.

Tim Search and Rescue (SAR) kemudian bergerak cepat melakukan upaya penyelamatan dengan berenang ke tengah laut menggunakan pelampung dan papan selancar.

Petugas sempat berhasil menjangkau kedua korban di tengah laut. Namun, saat proses evakuasi kembali menuju bibir pantai, tantangan besar muncul berupa gelombang tinggi yang menghantam tim penyelamat dan korban.

Korban Terlepas dari Dekapan Petugas Pada jarak sekitar 350 hingga 400 meter dari bibir pantai, ombak besar menghempas petugas yang sedang mendekap Angger Raditya Nanda.

Akibat kuatnya terjangan air, genggaman petugas terlepas dan korban seketika terbawa arus kembali ke tengah laut hingga hilang dari pandangan.

Sementara itu, rekan korban, Angga Hendra Saputra, berhasil dievakuasi dengan selamat oleh personel SAR lainnya dan langsung mendapatkan penanganan darurat.

Hingga berita ini diturunkan, Angger masih belum ditemukan meski petugas telah berupaya melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Fokus Pencarian Lanjutan Tim Basarnas Yogyakarta bersama unsur SAR gabungan menyatakan akan terus melanjutkan proses pencarian, termasuk koordinasi untuk penyisiran pada malam hari.

Petugas mengimbau kepada seluruh wisatawan agar selalu mematuhi instruksi penjaga pantai dan tidak menggunakan peralatan olahraga air tanpa pendampingan profesional, terutama di titik-titik rawan arus rip current di sepanjang pesisir Yogyakarta.