Bongkar Kekuatan AHY Putra SBY, Gak Main-Main! Pernah ‘Kalahkan’ Megawati

  • Whatsapp
Kredit Foto: Instagram/Agus Harimurti Yudhoyono

JurnalPatroliNewsJakarta – Berbagai lembaga survei nasional di Indonesia mulai sibuk menyajikan elektabilitas calon presiden (capres) pada Pilpres 2024. Salah satu nama yang sering masuk dalam survei Capres 2024 ialah Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Lalu, bagaimana potret survei elektabilitas putra Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), itu pada bursa Capres 2024? Nah, berikut ulasan elektabilitas AHY dalam beberapa lembaga survei nasional, seperti dilansir dari GenPI.co.

BACA JUGA :

1. LP3ES

Hasil survei Lembaga Penelitian Pendidikan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) menunjukkan naiknya elektabilitas AHY. Elektabilitas AHY berada di angka 8,8 persen dan menjadikannya sebagai satu-satunya tokoh nonpejabat publik yang masuk lima besar tokoh dengan elektabilitas tertinggi. Survei tersebut dilakukan pada 8 sampai 15 April 2021.

2. Nyapres2024

Platform Nyari Presiden (Nyapres2024) merilis hasil survei elektabilitas calon presiden (capres) 2024 khusus tokoh muslim dari kalangan pemuda. Hasilnya, AHY dianggap paling layak menjadi presiden atau maju jadi Capres 2024 dengan (40,44 persen). Proses pengumpulan data survei tersebut dilaksanakan dari tanggal 17 April sampai 10 Mei 2021 secara online.

3. CISA

Lembaga Analis dan Konsultan Politik Indonesia, Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) merilis hasil survei Capres 2024. Hasilnya, elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berada di posisi kedua dengan (15,51 persen). Survei tersebut dilaksanakan pada 27 Mei sampai 1 Juni 2021.

4. Voxpol Center

Terbaru, Voxpol Center merilis hasil survei Capres 2024 dari klaster ketua umum partai politik.    Hasilnya, elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berada di posisi kedua dengan (12,5 persen). Menariknya, AHY mampu mengalahkan elektabilitas Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri (8,9 persen). Adapun survei tersebut dilakukan selama sepuluh hari dari tanggal 22 Juni sampai 1 Juli 2021.

Pos terkait