BP3MI NTT: Pekerja Migran di Wilayah Konflik Diimbau Segera Mencari Perlindungan

JurnalPatroliNews – Kupang -Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengonfirmasi bahwa seorang pekerja migran asal NTT telah diarahkan untuk mencari perlindungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Qatar.

Langkah ini diambil menyusul memanasnya situasi keamanan di wilayah Timur Tengah akibat konflik antara Israel-Amerika Serikat melawan Iran.

Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, menjelaskan bahwa pekerja tersebut merupakan tenaga kerja formal di sektor perhotelan (bartender).

Meski saat ini BP3MI NTT mencatat ada ratusan pekerja migran yang tersebar di berbagai negara, Suratmi memastikan bahwa saat ini tidak ada penempatan pekerja migran khusus di wilayah Iran.

Pemerintah Indonesia saat ini masih memberlakukan moratorium penempatan pekerja migran pada sektor domestik atau informal di wilayah Timur Tengah.

Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 20 Tahun 2015, yang mencakup 19 negara. Namun, untuk sektor formal seperti perusahaan atau perhotelan, penempatan masih diizinkan selama memenuhi ketentuan yang berlaku.

Suratmi menegaskan bahwa dalam situasi darurat seperti saat ini, imbauan utama bagi seluruh WNI adalah mencari perlindungan ke kantor perwakilan diplomatik terdekat. Hal ini dilakukan guna memudahkan proses mobilisasi dan evakuasi jika diperlukan.

Pemerintah pusat melalui perwakilan di luar negeri juga terus memantau perkembangan situasi untuk menjamin keamanan setiap warga negara.

Sementara itu, dampak eskalasi keamanan di Timur Tengah juga memicu sejumlah perwakilan RI mengeluarkan imbauan bagi WNI di wilayah mereka:

Imbauan Keamanan KBRI di Wilayah Terdampak

  • KBRI Manama, Bahrain: Pihak kedutaan mengeluarkan imbauan pasca terjadinya ledakan di Pangkalan Laut Amerika Serikat di Juffair.

    Kantor KBRI Manama di Juffair ditutup sementara, namun layanan tetap berjalan melalui hotline +973 3879 1650 (telepon dan WhatsApp). WNI diminta untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan memantau kanal informasi resmi.
  • KBRI Riyadh, Arab Saudi: Melalui imbauan bernomor 016/PSOSBUD/II/2026/RYD, seluruh WNI di Arab Saudi diminta tetap tenang namun waspada terhadap perkembangan situasi di sekitar domisili. WNI diwajibkan melapor diri melalui laman peduliwni.kemenlu.go.id. Jika terjadi keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline WhatsApp +966 569173990.

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas setempat di masing-masing negara penempatan guna memastikan langkah antisipatif yang tepat.

WNI diimbau untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak terverifikasi dan senantiasa mengikuti arahan resmi dari pemerintah setempat maupun perwakilan RI terkait.