Angka Pengangguran Turun, BPS Soroti Kualitas Pekerjaan dan Jam Kerja

JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia berkurang sekitar 4.000 orang pada kuartal III tahun 2025.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, menjelaskan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) merupakan indikator penting yang menggambarkan jumlah tenaga kerja yang belum terserap pasar serta mencerminkan pemanfaatan tenaga kerja nasional.

“TPT hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 sebesar 4,85%. Angka ini turun 0,06 persen poin dibandingkan Agustus 2024,” ujar Edy dalam keterangan tertulis, Rabu (5/11/2025).

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa sekitar lima orang dari setiap 100 angkatan kerja masih menganggur. Adapun TPT laki-laki sebesar 4,85%,

sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan sebesar 4,84%. Kedua kelompok sama-sama mencatat penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan tingkat pendidikan, pengangguran paling banyak berasal dari lulusan sekolah menengah atas (SMA) dengan persentase mencapai 30,74%. Sedangkan tingkat pengangguran terendah tercatat pada lulusan diploma I/II/III, yakni 1,96%.

Selain itu, BPS juga mencatat tingkat setengah pengangguran menurun 0,08 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 7,91%. Namun, jika dibandingkan dengan Agustus 2023, angkanya meningkat 1,23%.

“Artinya, dari 100 penduduk bekerja, terdapat sekitar delapan orang yang termasuk kategori setengah penganggur,” jelas Edy.

Tingkat setengah pengangguran laki-laki tercatat 8,30%, sementara perempuan 7,33%. Dibandingkan tahun lalu, tingkat setengah pengangguran laki-laki naik tipis 0,02%, sedangkan perempuan turun 0,24%.

Meskipun angka pengangguran terbuka menunjukkan perbaikan, BPS menilai tantangan ke depan adalah peningkatan kualitas pekerjaan dan produktivitas tenaga kerja di berbagai sektor.