Bukan Sekadar Padamkan Api, TNI Perkuat Patroli Karhutla di Selatan Kalbar

JurnalPatroliNews | Ketapang — Perubahan kondisi lapangan membuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat ikut bergeser. Ketika sejumlah wilayah di bagian utara mulai menunjukkan penurunan titik panas, perhatian aparat kini diarahkan lebih kuat ke sektor selatan yang masih menghadapi kondisi kering dan rawan munculnya titik api baru.

Kodam XII/Tanjungpura mengambil langkah dengan menggeser sebagian kekuatan personel dari wilayah utara menuju sektor selatan. Perkuatan tersebut diarahkan untuk mempercepat pemadaman sekaligus memperketat pencegahan agar kebakaran tidak meluas.

Langkah itu menjadi bagian dari evaluasi penanganan Karhutla yang dilakukan Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., di Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang.

Fokus Penanganan Beralih ke Wilayah yang Lebih Kering

Evaluasi di lapangan menunjukkan penanganan Karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat bagian utara mengalami perkembangan positif. Penurunan hotspot dan fire spot menjadi dasar untuk mengalihkan sebagian perkuatan menuju kawasan yang masih membutuhkan dukungan lebih besar.

Pangdam XII/Tanjungpura mengatakan pergeseran personel dilakukan agar kekuatan di lapangan dapat menyesuaikan dengan perkembangan situasi.

“Sektor utara yang kondisinya sudah membaik kita geser pasukannya ke wilayah selatan. Harapannya, setiap kecamatan, Koramil, hingga desa ada unsur TNI bersama Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, dan Polri yang bahu-membahu melakukan pemadaman,” tegas Novi Rubadi Sugito.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya bertumpu pada pemadaman di titik api, tetapi juga memastikan kehadiran personel hingga tingkat kecamatan dan desa.

Gambut Kering Membuat Pemadaman Tak Bisa Sekali Siram

Salah satu tantangan yang dihadapi tim gabungan berada di wilayah Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang.

Personel Koramil 1203-13/Matan Hilir Selatan bersama unsur gabungan melakukan pemadaman, pembasahan dan pendinginan terhadap lahan yang terbakar pada Jumat (18/9/2026).

Kondisi lahan gambut yang kering membuat proses pemadaman membutuhkan perhatian khusus. Api atau bara dapat bertahan di bawah permukaan sehingga permukaan lahan yang terlihat telah padam belum tentu sepenuhnya aman.

Karena itu, proses pembasahan dilakukan secara menyeluruh dan berulang. Pendinginan menjadi tahapan penting untuk memastikan bara yang masih tersimpan di dalam lapisan gambut tidak kembali memicu kebakaran.

Penanganan serupa oleh Koramil 1203-13/MHS bersama tim gabungan juga dilaporkan dilakukan di wilayah Ketapang untuk mencegah api menjalar ke area lain.

Perkuatan Personel Dibagi Berdasarkan Kondisi Lapangan

Pergeseran pasukan menjadi bagian dari pola penanganan yang menyesuaikan perkembangan Karhutla di setiap wilayah.

Dengan membagi kekuatan berdasarkan tingkat kerawanan, personel dapat diarahkan ke lokasi yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

Sebelumnya, Kodam XII/Tanjungpura juga menyatakan telah mengerahkan ribuan personel untuk mendukung Satgas Tanggap Darurat Karhutla di Kalimantan Barat. Penanganan dilakukan melalui operasi darat, dukungan operasi udara, patroli, hingga edukasi kepada masyarakat dan pihak terkait.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan Karhutla di Kalbar dilakukan melalui kombinasi pemadaman langsung dan langkah pencegahan.

Patroli Diperketat, Warga Diingatkan Tidak Membakar Lahan

Selain mengatasi api, personel gabungan juga memperkuat patroli di kawasan yang dinilai rawan.

Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi lebih dini kemunculan titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih luas.

Edukasi kepada masyarakat menjadi bagian lain dari strategi pencegahan. Warga diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama ketika kondisi cuaca sedang kering.

Imbauan tersebut menjadi penting karena pembakaran lahan dalam kondisi kering berpotensi membuat api lebih cepat menjalar dan menyulitkan proses pengendalian.

Sinergi Jadi Kunci Pengendalian Karhutla

Penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur. TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api serta pemerintah daerah dan masyarakat bekerja bersama dalam proses pemadaman maupun pencegahan.

Di tingkat lapangan, koordinasi menjadi penting karena karakteristik kebakaran pada lahan gambut berbeda dengan kebakaran vegetasi di permukaan.

Pemadaman tidak cukup hanya menghentikan api yang terlihat. Pembasahan dan pendinginan harus dilakukan untuk mengurangi kemungkinan bara kembali menyala.

Selatan Kalbar Masih Jadi Perhatian

Perubahan konsentrasi pasukan ke sektor selatan menjadi sinyal bahwa penanganan Karhutla di Kalimantan Barat masih membutuhkan kewaspadaan tinggi meski tren umum di sejumlah wilayah menunjukkan perbaikan.

Wilayah selatan sebelumnya juga menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian dalam penanganan Karhutla Kalbar, termasuk Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Bagi tim di lapangan, pekerjaan tidak berhenti ketika kobaran api berhasil dikendalikan. Pendinginan, patroli dan pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan titik api tidak kembali muncul.

Dengan pergeseran kekuatan tersebut, TNI bersama unsur penanganan Karhutla lainnya berupaya menjaga agar kebakaran di wilayah selatan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Komentar