Cegah Kasus Baru, Dinkes Kota Tangerang Gencarkan Layanan USG dan Pemeriksaan ANC Gratis

JurnalPatroliNews – Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mematangkan strategi percepatan penurunan angka stunting dengan secara konsisten mengedepankan langkah pencegahan sejak dini.

Langkah taktis ini tidak hanya difokuskan pada pemulihan atau penanganan terhadap anak balita yang telah terdeteksi mengalami kondisi stunting semata.

Berbagai program kerja lintas sektor kini justru lebih diarahkan untuk menutup ruang munculnya kasus stunting baru di tengah lingkungan masyarakat kota.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa paradigma penanganan stunting saat ini telah mengalami pergeseran orientasi yang cukup mendasar.

Aparatur kesehatan di daerah kini secara masif mengubah pendekatan kuratif atau pengobatan menjadi tindakan preventif yang bersifat pencegahan.

Transformasi kebijakan tersebut diambil karena stunting merupakan sebuah kondisi gangguan tumbuh kembang yang sangat bisa dicegah apabila intervensi dilakukan tepat sejak awal kehidupan.

Intervensi Komprehensif Sejak Usia Remaja hingga Fase Kehamilan

Pihak dinas kesehatan menegaskan komitmennya untuk memastikan rantai siklus pertumbuhan manusia mendapatkan pengawasan ketat dari hulu hingga ke hilir.

Oleh sebab itu, sasaran dari berbagai program kesehatan preventif ini tidak lagi hanya terpaku pada kelompok usia anak bawah lima tahun saja.

“Fokus kami sekarang adalah jangan sampai ada anak dengan stunting baru. Oleh karena itu, berbagai upaya yang dilakukan tidak hanya menyasar balita, tetapi dimulai sejak remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga anak usia balita,” tutur dr. Dini Anggraeni, Kamis (11/6/2026).

dr. Dini memaparkan bahwa rantai pencegahan kasus stunting ini idealnya harus dipotong mulai dari kelompok usia remaja melalui gerakan penanggulangan masalah anemia.

Pemkot Tangerang secara terjadwal menggelar program edukasi pemenuhan gizi seimbang serta pembagian tablet tambah darah secara gratis bagi para remaja putri di sekolah-sekolah.

Langkah intervensi di tingkat sekolah menengah ini dinilai sangat vital mengingat kondisi kesehatan pada masa seribu hari pertama kehidupan anak akan menjadi faktor penentu utama.

Jika seorang perempuan sudah menderita anemia sejak usia muda, maka akumulasi risiko gangguan kesehatan saat memasuki masa kehamilan kelak akan melonjak drastis.

Kondisi kekurangan sel darah merah tersebut berpotensi besar memberikan dampak buruk yang langsung memengaruhi kualitas tumbuh kembang janin di dalam kandungan.

Layanan Medis Gratis dan Pemantauan Tumbuh Kembang Posyandu

Selain menyasar sekolah, Pemkot Tangerang juga mengoptimalkan implementasi Program Pengantin Sehat yang mewajibkan seluruh calon pasangan suami istri melakukan pemeriksaan medis.

Skema skrining kesehatan sebelum pernikahan ini bertujuan untuk memastikan kondisi fisik calon orang tua benar-benar berada dalam status optimal sebelum memutuskan hamil.

Memasuki fase kehamilan, pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) secara gratis minimal sebanyak enam kali kunjungan.

Dalam paket layanan gratis di fasilitas kesehatan milik pemerintah tersebut, ibu hamil juga difasilitasi untuk mendapatkan jatah dua kali pemeriksaan ultrasonografi (USG) tanpa dipungut biaya.

“Tidak berhenti sampai di sana, upaya pencegahan stunting juga dilanjutkan pada masa bayi dan balita melalui pemberian ASI eksklusif selama menusui enam bulan, imunisasi lengkap, pemantauan pertumbuhan rutin di posyandu, hingga pemberian makanan tambahan bagi anak yang mengalami risiko gizi kurang,” papar dr. Dini.

Pihak otoritas kesehatan mengingatkan kembali kepada publik bahwa stunting bukanlah sebuah fenomena gangguan fisik yang terjadi secara mendadak atau tiba-tiba.

Masalah ini merupakan hasil dari akumulasi proses panjang malnutrisi kronis, sehingga deteksi dini serta intervensi cepat menjadi kunci utama untuk menangkal kasus baru.

Melalui penerapan pola pendekatan yang menyeluruh dan terintegrasi ini, Pemkot Tangerang optimis dapat terus mempertahankan tren penurunan angka stunting di wilayahnya.

Komentar