JurnalPatroliNews | Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan pesan agar Indonesia mampu menentukan penilaian terhadap pasar modalnya sendiri. Pernyataan tersebut muncul di tengah polemik usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @sufmi_dasco, pada Sabtu (24/10/2026), Dasco menuliskan pesan tentang kemandirian bursa Indonesia.
“Di Bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri,” tulis Dasco.
Dalam unggahan yang sama, ia juga mengajak masyarakat untuk bersatu dan berjuang membawa Indonesia menjadi bangsa yang mampu bersaing.
“Kita bersatu, bergerak dan berjuang. Menuju Bangsa Pemenang!” lanjutnya.
Namun, Dasco tidak merinci lebih jauh maksud penentuan rating secara mandiri tersebut, termasuk mekanisme, standar penilaian, maupun langkah konkret yang akan ditempuh pemerintah dan otoritas pasar modal.
Polemik klasifikasi MSCI
Pernyataan Dasco muncul setelah MSCI pada 15 Oktober 2026 mengumumkan konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi indeks saham Indonesia dari kategori pasar berkembang menjadi pasar mandiri. MSCI menyebut masih terdapat kekhawatiran mengenai transparansi struktur kepemilikan saham, keterbukaan informasi free float, serta dugaan perilaku perdagangan terkoordinasi.
MSCI merupakan penyedia indeks global yang produknya digunakan oleh investor dan pengelola dana sebagai salah satu acuan dalam menilai serta menyusun portofolio investasi. Karena itu, perubahan klasifikasi dapat memengaruhi posisi saham Indonesia dalam indeks yang menjadi acuan investasi internasional.
Dalam pengumumannya, MSCI menyatakan konsultasi akan berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir dijadwalkan paling lambat pada 30 Juni 2027. Selama proses tersebut, pembatasan terhadap sejumlah perubahan indeks saham Indonesia tetap diberlakukan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
IHSG sempat tertekan tajam
Pengumuman MSCI tersebut memicu tekanan besar di pasar saham Indonesia. Pada perdagangan 16 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat merosot sekitar 11,6 persen. Perdagangan juga sempat dihentikan sementara melalui mekanisme trading halt setelah penurunan tajam pada awal sesi.
Situasi itu meningkatkan perhatian terhadap upaya memperkuat transparansi pasar modal, keterbukaan informasi kepemilikan saham, dan efektivitas pengawasan perdagangan.
MSCI menyatakan bahwa pengumuman reformasi oleh otoritas Indonesia belum disertai bukti kemajuan yang dinilai cukup konsisten dalam menjawab sejumlah persoalan yang disorot investor. Di sisi lain, otoritas Indonesia telah menyampaikan langkah-langkah perbaikan dan berupaya berdialog dengan penyedia indeks tersebut.
Dasco sebelumnya datangi Bursa Efek Indonesia
Sebelum menyampaikan pesan melalui media sosial, Dasco bersama Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mendatangi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (16/10/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung ketika pasar saham menghadapi tekanan setelah pengumuman MSCI. Pada kesempatan sebelumnya, Dasco juga disebut meminta agar perbaikan pasar modal terus dilakukan dan masukan lembaga pemeringkat serta penyedia indeks internasional diperhatikan.
Meski demikian, gagasan untuk menentukan penilaian bursa secara mandiri perlu dibedakan dari klasifikasi MSCI. Pernyataan Dasco belum menunjukkan adanya perubahan resmi terhadap status Indonesia dalam indeks MSCI, yang proses konsultasi dan keputusannya masih berada dalam tahapan tersendiri.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada langkah otoritas pasar modal dalam memperkuat transparansi, tata kelola, dan kepercayaan investor, serta hasil konsultasi MSCI yang dijadwalkan berakhir pada 2027.














Komentar