JurnalPatroliNews – Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat menyetujui rancangan undang-undang (RUU) pendanaan jangka pendek pada Rabu malam, langkah yang akan mengakhiri government shutdown terpanjang dalam sejarah AS.
Melansir CNBC, Kamis (13/11/2025), RUU kini akan dikirim ke Presiden Donald Trump untuk ditandatangani menjadi undang-undang. Gedung Putih menjadwalkan penandatanganan pada pukul 21.45 waktu setempat di Ruang Oval.
Pemungutan suara di DPR menghasilkan 222 suara mendukung dan 209 menolak. Dua anggota Partai Republik, Thomas Massie dari Kentucky dan Greg Steube dari Florida, menolak RUU tersebut, sementara enam anggota Partai Demokrat memberikan dukungan.
Penutupan pemerintah telah berlangsung sejak 1 Oktober setelah Senat Demokrat menolak mengesahkan rancangan pendanaan yang tidak mencakup perpanjangan kredit pajak untuk subsidi asuransi kesehatan bagi 20 juta warga AS.
Ketua DPR Mike Johnson menyerukan agar proses penghentian shutdown segera diselesaikan menjelang pemungutan suara.
Kesepakatan yang diambil akan mendanai operasi pemerintah hingga akhir Januari 2026 dan mempekerjakan kembali pegawai federal yang sebelumnya diberhentikan.
Sebelumnya, Departemen Perhubungan AS mengumumkan pembekuan tingkat pengurangan penerbangan akibat kurangnya pengendali lalu lintas udara selama shutdown. Hingga Selasa, 6% jadwal penerbangan dibatalkan, dan angka itu diperkirakan meningkat menjadi 10% pada Jumat.
Pemungutan suara DPR terjadi dua hari setelah Senat mencapai kesepakatan bipartisan yang mengakhiri kebuntuan sejak 1 Oktober.
Shutdown berakhir setelah tekanan publik meningkat, terutama terkait kekacauan jadwal penerbangan dan kekhawatiran pemotongan manfaat kupon makanan yang sempat dipertimbangkan pemerintahan Trump.














