Dubes Palestina Yakin Prabowo Tak Tinggalkan Perjuangan Kemerdekaan Palestina

JurnalPatroliNews | Jakarta – Dubes Palestina dukungan Prabowo terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina diyakini tetap kuat. Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo Subianto, pemerintah, dan masyarakat Indonesia tidak akan meninggalkan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdulfattah saat menghadiri Apel Akbar dan Doa Bersama 1.000 Relawan Kemanusiaan untuk Palestina di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Di hadapan peserta kegiatan, Abdulfattah mengungkapkan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina selama ini dirasakan langsung oleh bangsa Palestina. Ia menilai solidaritas pemerintah dan masyarakat Indonesia memiliki arti penting bagi perjuangan rakyat Palestina.

“Presiden, pemerintah, dan rakyat Indonesia selalu saya rasakan bersama bangsa Palestina,” kata Abdulfattah melalui penerjemahnya, Riva Berliana Arifin, di Monas.

Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai kebijakan pemerintah Indonesia. Menurutnya, pemerintah memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan setiap keputusan, termasuk kebijakan yang berkaitan dengan hubungan internasional dan persoalan Palestina.

Abdulfattah meyakini keputusan yang diambil pemerintah Indonesia akan mempertimbangkan kepentingan kedua bangsa.

“Ya, pada prinsipnya saya meyakini semua kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah Indonesia pasti memiliki kebaikan dan kemaslahatan bagi bangsa Palestina,” ujarnya.

Dubes Palestina Tanggapi Desakan Indonesia Keluar dari BoP

Dalam kesempatan tersebut, Abdulfattah turut menanggapi pertanyaan mengenai desakan agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

Ia memilih tidak mencampuri keputusan pemerintah Indonesia terkait keikutsertaan dalam forum tersebut. Menurutnya, kebijakan mengenai posisi Indonesia sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah.

“Ya, tentu keputusan Indonesia soal BOP ini, tentu saya mengomentarinya adalah kembali kepada kebijakan Indonesia itu sendiri,” jelasnya.

Abdulfattah menegaskan bahwa pemerintah Indonesia memiliki pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan luar negeri. Ia menyatakan keyakinannya bahwa keputusan tersebut akan diarahkan pada kepentingan Indonesia sekaligus memperhatikan perjuangan rakyat Palestina.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam Board of Peace dimaksudkan sebagai bagian dari upaya mendorong perdamaian dan rehabilitasi Gaza. Pemerintah juga menyampaikan bahwa forum tersebut diharapkan dapat mendukung proses stabilisasi dan penanganan pascakonflik di wilayah Palestina.

Dalam pernyataan resminya pada Januari 2026, Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut keikutsertaan Indonesia sebagai bagian dari upaya mencapai perdamaian dan pemulihan di Gaza. Sikap pemerintah tersebut juga menjadi konteks penting dalam pembahasan mengenai posisi Indonesia di BoP.

Singgung Konflik di Sejumlah Kawasan

Abdulfattah juga menyinggung situasi geopolitik dan konflik yang berlangsung di sejumlah kawasan. Ia menyebut Amerika Serikat tengah menghadapi persoalan dengan Iran, sementara Israel terlibat dalam berbagai konflik yang menurutnya mencakup Gaza, Tepi Barat, Yerusalem, Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks pandangannya terhadap dinamika regional yang turut memengaruhi perjuangan rakyat Palestina.

Situasi di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian internasional, terutama terkait dampak konflik terhadap warga sipil, keamanan regional, serta upaya diplomatik untuk mendorong penyelesaian yang berkelanjutan.

Abdulfattah Singgung Dinamika Pemilu Israel

Dalam pidatonya di hadapan peserta apel, Abdulfattah turut menyinggung hasil pemilihan umum di Israel. Ia menyampaikan pandangan bahwa rakyat Palestina menjadi pihak yang memperoleh kemenangan dalam dinamika politik tersebut.

Menurut Abdulfattah, warga Palestina yang berada di Israel untuk pertama kalinya menunjukkan persatuan dan berhasil memperoleh 19 kursi.

Ia juga menyinggung kegagalan tokoh politik Israel, Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, dalam pemilu tersebut.

“Telah berlangsung pemilihan umum di Israel. Semua orang bertanya, siapa yang memenangkan pemilihan tersebut? Pemenang pemilihan itu adalah rakyat Palestina,” tegas Abdulfattah.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan politik Abdulfattah dalam membaca dinamika pemilu di Israel. Ia mengaitkan hasil yang disebutnya sebagai perolehan 19 kursi dengan persatuan warga Palestina.

Apresiasi Dukungan Pemerintah dan Masyarakat Indonesia

Menutup pernyataannya, Abdulfattah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjuangan Palestina.

Ia menilai solidaritas serta doa masyarakat Indonesia menjadi salah satu sumber kekuatan moral bagi rakyat Palestina dalam menghadapi berbagai situasi sulit.

“Tanpa dukungan Indonesia dan doa kalian untuk kami, rakyat kami tidak akan mampu terus bertahan hingga hari ini,” katanya.

Apel Akbar dan Doa Bersama 1.000 Relawan Kemanusiaan untuk Palestina di Monas menjadi salah satu ruang penyampaian solidaritas masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Melalui kegiatan tersebut, dukungan kemanusiaan dan aspirasi bagi kemerdekaan Palestina kembali disuarakan. Sementara itu, pernyataan Abdulfattah memperlihatkan harapan Palestina agar hubungan dan dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina terus terjaga.

Komentar