JurnalPatroliNews | Caracas – Dampak gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang pesisir Venezuela pada 24 Juni 2026 terus bertambah. Hingga Minggu (19/7/2026), otoritas setempat melaporkan jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 5.119 orang, sementara 16.740 orang lainnya mengalami luka-luka.
Data tersebut disampaikan Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, yang menyebut proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak sehingga jumlah korban berpotensi terus bertambah.
“Kini telah dipastikan 5.119 orang telah meninggal dunia,” ujar Rodriguez.
Selain menelan ribuan korban jiwa, bencana tersebut juga memaksa sekitar 20.000 warga meninggalkan tempat tinggal mereka setelah ribuan bangunan rusak maupun runtuh akibat dua gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 yang terjadi hampir bersamaan dengan selang waktu sekitar satu menit.
Wilayah La Guaira menjadi daerah yang mengalami kerusakan paling parah. Kawasan pesisir tersebut merupakan lokasi sejumlah infrastruktur vital, termasuk bandara internasional, pelabuhan utama, serta kawasan permukiman padat yang mengalami kerusakan signifikan akibat guncangan.
Menurut Rodriguez, sebagian besar korban luka telah memperoleh penanganan medis dan banyak di antaranya telah diperbolehkan pulang. Namun, tim penyelamat masih terus melakukan pencarian di bawah reruntuhan bangunan yang belum sepenuhnya dapat dijangkau.
Otoritas Venezuela juga mencatat lebih dari 1.300 gempa susulan sejak bencana utama terjadi. Kondisi tersebut memperumit proses evakuasi sekaligus meningkatkan risiko bagi masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian dengan keterbatasan akses terhadap air bersih, sanitasi, dan layanan dasar lainnya.
Di tengah kondisi darurat tersebut, Pemerintah Venezuela mengumumkan memperoleh pendanaan darurat sebesar 346 juta dolar Amerika Serikat, atau sekitar Rp5,6 triliun, dari Dana Moneter Internasional (IMF).
Dana tersebut akan difokuskan untuk mendukung penanganan kemanusiaan, penyediaan bantuan darurat bagi para penyintas, serta mempercepat proses pemulihan wilayah yang terdampak bencana.
Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, menyatakan pencairan dana dilakukan melalui mekanisme cadangan Venezuela di lembaga keuangan internasional tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanganan pascabencana.
Bantuan ini juga menjadi salah satu langkah kerja sama internasional setelah hubungan antara IMF, Bank Dunia, dan Venezuela kembali dibuka pada April 2026 menyusul perubahan pemerintahan di negara tersebut.














Komentar