Geopolitik Memanas, Ace Hasan: Pembangunan Infrastruktur Tak Boleh Terhenti

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pembangunan infrastruktur dinilai semakin strategis karena menjadi fondasi utama berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Hal ini disampaikan Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily yang menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh terhambat oleh dinamika geopolitik global.

Ace menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat.

Pemahaman publik yang baik mengenai urgensi infrastruktur akan memperkuat keberlanjutan program di lapangan.

Ia mencontohkan peran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai pionir dalam memastikan kebijakan pemerintah berjalan efektif, termasuk pembangunan fasilitas pendidikan seperti sekolah rakyat serta infrastruktur yang menunjang kebutuhan masyarakat.

“Peta jalan menuju Indonesia Emas 2045 tentu harus kita ambil secara utuh, termasuk di antaranya bagaimana pembangunan infrastruktur yang menjadi tupoksi Kementerian PU,” ujar Ace seperti dikutip dari Antara, Senin (17/11/2025).

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Ace menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional. Menurut dia, infrastruktur menjadi instrumen vital untuk menopang pertahanan dan stabilitas negara.

“Untuk memastikan ketahanan nasional kita menjadi kuat, salah satu instrumennya adalah pembangunan infrastruktur di bidang ketahanan pangan, energi, air, dan peningkatan SDM unggul,” jelasnya.

Pemerintah sendiri mengalokasikan sekitar Rp 400,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada 2025. Anggaran tersebut difokuskan pada pembangunan konektivitas, ketahanan pangan, energi, pendidikan, kesehatan, serta keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperoleh pagu indikatif sebesar Rp 75,63 triliun untuk mendukung program strategis tersebut.