JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemandangan beton menjulang yang selama dua dekade terakhir menghiasi median Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akan segera hilang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi meninjau lokasi tiang monorel yang akan dibongkar pada Rabu, 14 Januari 2026.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari penataan estetika kota dan upaya mengurangi kemacetan di salah satu jantung bisnis Jakarta tersebut.
Sebanyak 109 tiang monorel yang tersebar dari Kuningan hingga area Hotel Gran Melia akan dibongkar secara bertahap.
Proyek pembongkaran ini dikoordinasikan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta dengan alokasi anggaran sebesar Rp 254 juta.
Pemerintah menargetkan seluruh tiang sisa proyek mangkrak tersebut akan bersih sepenuhnya pada September 2026.
Pasca pembongkaran, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan rencana penataan kawasan yang lebih komprehensif.
Dengan estimasi anggaran sebesar Rp 102 miliar, kawasan tersebut akan dilengkapi dengan pedestrian modern, perbaikan saluran air, pembaruan penerangan jalan umum, hingga penataan taman demi meningkatkan estetika kota.
Sejarah monorel Jakarta sendiri bermula pada tahun 2003 dengan harapan menjadi solusi transportasi massa. Tiang pertama diresmikan oleh Presiden ke-4 RI, Megawati Soekarnoputri, pada 14 Juni 2004.
Namun, proyek ini terus didera masalah pembiayaan dan pergantian konsorsium. Meski sempat ingin dihidupkan kembali pada era Gubernur Joko Widodo pada 2013, kendala modal sebesar Rp 15 triliun membuat proyek ini benar-benar terhenti secara permanen.
Setelah terbiar selama bertahun-tahun sebagai monumen proyek gagal, tiang-tiang di Jalan Rasuna Said, Jalan Gelora, hingga Jalan Asia Afrika ini kini resmi dibongkar.
Pramono Anung menyatakan bahwa pembersihan tiang-tiang ini merupakan wujud keberanian pemerintah daerah dalam membereskan masalah sisa masa lalu demi wajah Jakarta yang lebih tertata dan fungsional.














