JurnalPatroliNews – Jakarta -Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya tampil sebagai narasumber utama dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam IX/Udayana Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan strategis yang berlangsung di Balai Budaya Girinata Mandala, Puspem Badung tersebut menjadi panggung penegasan pentingnya sinergi TNI-Polri dalam mengawal pembangunan nasional.
Di hadapan Pangdam IX/Udayana, para Danrem, Dandim, hingga Danramil se-Nusa Tenggara, Irjen Daniel Adityajaya menekankan bahwa keamanan bukan sekadar tugas rutin, melainkan sebuah prasyarat utama pembangunan.
Tanpa stabilitas yang kokoh, menurutnya, segala upaya pembangunan tidak akan memiliki fondasi yang kuat untuk bertahan.
Dalam paparannya, jenderal bintang dua ini menguraikan posisi krusial Polri sebagai penjaga stabilitas daerah sekaligus fasilitator iklim investasi, khususnya di sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.
Polri ditegaskan tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi hadir di tengah masyarakat sebagai mitra produktif pemerintah.
Secara spesifik, Kapolda Bali membedah peran konkret Polda Bali dalam mengawasi pergerakan warga negara asing (WNA), menanggulangi kejahatan transnasional, hingga penguatan keamanan berbasis kearifan lokal.
Pendekatan Polri Presisi disebutnya sebagai instrumen vital yang berfungsi menjadi perekat stabilitas sekaligus katalisator kemajuan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.
“Polri hadir bukan di luar pembangunan, tetapi berada di jantung pembangunan. Ketika sinergi terbangun kuat, keamanan menjadi energi yang mendorong kemajuan bangsa. Sinergi adalah kunci sukses pembangunan,” tegas Irjen Daniel Adityajaya.
Menutup rangkaian paparan, Pangdam IX/Udayana memberikan cinderamata kepada Kapolda Bali sebagai bentuk apresiasi tinggi atas kontribusinya dalam forum tersebut. Momen ini sekaligus menjadi simbol kuatnya harmonisasi dan soliditas antara TNI dan Polri dalam menjaga kedaulatan serta ketertiban wilayah.
Melalui Rapim 2026 ini, diharapkan kolaborasi lintas institusi semakin solid demi memastikan seluruh program pembangunan nasional berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan.














