JurnalPatroliNews | Jakarta — TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) memperkuat kerja sama pengamanan wilayah perbatasan laut melalui Rapat Tim Perancang Operasi Laut (TPOL) Patroli Terkoordinasi Malaysia-Indonesia (Patkor Malindo) ke-49.
Rapat tersebut berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19–21 Agustus 2026. Pertemuan menjadi forum evaluasi sekaligus perencanaan kerja sama operasi laut kedua negara, khususnya dalam menjaga keamanan kawasan perbatasan maritim.
Rapat TPOL dipimpin Waasops Kasal Laksma TNI Mochammad Riza bersama Wakil Panglima Armada Barat TLDM First Admiral Ahmad Sapuan Fathi bin Haji Muhammad.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan yang telah dituangkan dalam Minutes of Meeting (MoM) the 3rd Navy to Navy Talks (NTNT) antara TNI AL dan Royal Malaysian Navy (RMN) pada 7 Januari 2026 di Wisma Elang Laut, Jakarta.
Dalam rapat TPOL ke-49, kedua delegasi membahas sekaligus mengevaluasi pelaksanaan Patkor Malindo seri 171/26 dan 172/26 yang berlangsung pada periode Februari hingga Juni 2026.
Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk melihat efektivitas pelaksanaan patroli terkoordinasi yang dilakukan kedua angkatan laut dalam menjaga keamanan perairan perbatasan.
Selain mengevaluasi kegiatan yang telah berlangsung, TNI AL dan TLDM juga membahas rencana pelaksanaan Patkor Malindo untuk tahun 2027.
Pembahasan mencakup penyusunan jadwal kegiatan sebagai dasar koordinasi operasi patroli pada periode mendatang.
Kerja sama Patkor Malindo menjadi salah satu bentuk sinergi pertahanan dan keamanan antara Indonesia dan Malaysia dalam menjaga wilayah perbatasan laut kedua negara.
Kawasan Selat Malaka menjadi salah satu perhatian penting dalam kerja sama tersebut mengingat perannya sebagai jalur pelayaran strategis sekaligus kawasan yang membutuhkan pengawasan berkelanjutan.
Melalui rapat TPOL ke-49, TNI AL dan TLDM diharapkan semakin memperkuat koordinasi, komunikasi, serta efektivitas pelaksanaan patroli terkoordinasi.
Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya kedua negara menjaga stabilitas keamanan maritim dan menciptakan kondisi perairan perbatasan yang aman bagi aktivitas masyarakat maupun pelayaran internasional.















Komentar