KKB Diduga Kelompok Enos Endombi Tembak Polisi di Tolikara, Korban Dievakuasi ke Jayapura

JurnalPatroliNews | Tolikara Aksi penembakan kembali terjadi di wilayah Papua Pegunungan. Seorang personel Polsek Ilu, Bripda Jhon Galu Situmorang, terluka setelah kendaraan dinas yang ditumpanginya bersama tim patroli diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) di sekitar Jembatan Kuaari, Kampung Umage, Kabupaten Tolikara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (20/8/2026) ketika Bripda Jhon bersama sejumlah anggota tengah menjalankan patroli rutin di kawasan tersebut.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengatakan serangan dilakukan secara tiba-tiba dari lokasi yang lebih tinggi. Tembakan mengenai kendaraan dinas hingga menyebabkan bagian lampu rotator pecah.

“Itu tiba-tiba diserang dengan kontak tembak dari ketinggian. Ya mengenai atap daripada kendaraan dinas, di antaranya itu lampu rotator yang pecah. Dan salah satu proyektil itu mengenai anggota kita,” kata Yusuf, Minggu (23/8/2026).

Satu proyektil dilaporkan mengenai bagian pangkal paha kiri Bripda Jhon. Setelah kejadian, korban langsung mendapat penanganan medis sebelum akhirnya diputuskan untuk dievakuasi ke Jayapura.

Yusuf menjelaskan, Bripda Jhon sempat menjalani perawatan di RSUD Karubaga dan Jayawijaya. Selanjutnya, korban diterbangkan ke Jayapura untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.

“Mengenai pangkal paha kiri ya. Saat itu langsung kita utamakan dulu penyelamatan korban. Siang ini dievakuasi ke Jayapura untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura,” ujarnya.

Pasca-penyerangan, aparat kepolisian melakukan penyelidikan dan penyisiran di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan hasil identifikasi awal dan penyelidikan, aparat menduga serangan tersebut dilakukan kelompok kriminal bersenjata yang dipimpin Enos Endombi.

“Untuk pelakunya berdasarkan hasil identifikasi kami dan penyelidikan, atau diduga ini kelompok kriminal bersenjata pimpinan Enos Endombi,” ungkap Yusuf.

Menurut dia, proses penyisiran di kawasan tersebut tidak mudah. Kondisi geografis yang didominasi tebing, dataran tinggi, serta hutan lebat menjadi tantangan tersendiri bagi aparat di lapangan.

Selain mengevakuasi korban, personel juga melakukan pengamanan sekaligus mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan kelompok yang diduga terlibat dalam penembakan.

“Anggota selain mengevakuasi korban juga sedang melakukan penyisiran di seputar TKP dan pengembangan ke daerah selanjutnya, karena memang daerahnya ini antara sebelah kiri tebing, sebelah kanan pun ketinggian. Sehingga memang perlu effort yang cukup tinggi, selain hutan yang cukup lebat di daerah tersebut,” pungkasnya.

Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap rangkaian serangan dan mengejar pihak yang diduga terlibat.

Komentar