JurnalPatroliNews | Jakarta – Komisi I DPR RI menyetujui usulan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk menerima hibah satu unit kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia. Persetujuan tersebut menjadi langkah penting dalam upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) sekaligus memperkuat kemampuan maritim TNI Angkatan Laut (TNI AL).
Keputusan itu diambil dalam rapat kerja Komisi I DPR bersama jajaran Kemhan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan (Dirjen Kuathan) Kemhan, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Haris Haryanto, menjelaskan bahwa proses hibah telah melalui berbagai tahapan sesuai regulasi, mulai dari kajian operasional TNI AL, dasar hukum kerja sama pertahanan Indonesia–Italia, hingga memperoleh persetujuan dari Parlemen Italia.
Perkuat Pertahanan Maritim Nasional
Menurut Haris, kehadiran Giuseppe Garibaldi akan meningkatkan kemampuan TNI AL dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di wilayah laut Indonesia.
Ia menyebut ancaman seperti penyelundupan, pelanggaran wilayah, penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), pembalakan liar (illegal logging), hingga kejahatan lintas negara menjadi alasan penting penguatan armada laut nasional.
“Pemenuhan kapal induk ini merupakan bagian dari penguatan kemampuan TNI Angkatan Laut dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks,” ujar Haris.
Ia menambahkan, sesuai ketentuan yang berlaku, setiap penerimaan hibah peralatan pertahanan harus memperoleh persetujuan DPR RI. Untuk itu, Kemhan telah membentuk tim pengkaji sebelum mengajukan permohonan persetujuan kepada parlemen.
Dijadwalkan Tiba 20 September 2026
Kemhan juga mengungkapkan bahwa persiapan penerimaan kapal telah berjalan. Sejumlah personel TNI AL telah diberangkatkan ke Italia untuk menjalani pelatihan pengoperasian kapal.
Sementara itu, pembangunan fasilitas pangkalan di Teluk Ratai, Lampung, sebagai lokasi sandar kapal, disebut telah mencapai progres sekitar 76 persen.
Menurut Haris, Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September 2026.
Miliki Kemampuan Operasi Multiperan
Giuseppe Garibaldi merupakan kapal perang multiperan yang mampu mendukung berbagai jenis operasi militer maupun misi kemanusiaan.
Kapal tersebut memiliki panjang sekitar 180 meter, lebar 33 meter, draft 8,2 meter, serta mampu melaju hingga 30 knot dengan kecepatan jelajah sekitar 20 knot.
Untuk sistem propulsi, kapal dibekali empat turbin gas General Electric LM2500 yang menopang kemampuan operasional dalam pelayaran jarak jauh.
Selain itu, kapal memiliki kapabilitas penerbangan untuk mengoperasikan helikopter maupun pesawat berkemampuan Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL).
Dengan kapasitas sekitar 550 personel, Giuseppe Garibaldi juga dirancang untuk mendukung operasi tempur, proyeksi kekuatan (power projection), patroli maritim, hingga operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Dinilai Lebih Efisien
Kemhan menilai hibah kapal induk tersebut memberikan keuntungan strategis sekaligus efisiensi anggaran negara.
Selain mempercepat proses modernisasi alutsista, pemerintah tidak perlu mengalokasikan anggaran besar untuk pengadaan kapal baru karena aset diperoleh melalui skema hibah.
“Penerimaan hibah ini mempercepat proses pengadaan, tidak membebani APBN untuk pembelian alutsista baru, sekaligus memperkuat kemampuan pertahanan maritim dan operasi kemanusiaan,” kata Haris.
Menunggu Pengesahan Paripurna DPR
Usai mendengarkan paparan Kemhan, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto membacakan keputusan komisi yang menyetujui penerimaan hibah kapal induk tersebut.
Nilai hibah yang disetujui tercatat sebesar 54.022.426,67 euro, sebagaimana tercantum dalam surat Menteri Pertahanan kepada Ketua DPR RI tertanggal 7 Juli 2026.
Selanjutnya, keputusan tersebut akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI untuk memperoleh pengesahan sebagai bagian dari proses administrasi sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Komisi I DPR RI menyetujui hibah satu unit kapal induk Italian Ship Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia kepada Kementerian Pertahanan RI. Insyaallah besok akan diparipurnakan,” ujar Utut.















Komentar