Tangsel Darurat Sampah, Jalan Ir. H. Juanda Tertutup Gunungan Sampah

JurnalPatroliNews – Jakarta – Krisis sampah di Kota Tangerang Selatan semakin memprihatinkan. Di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda, Ciputat, tumpukan sampah menggunung hingga mencapai hampir dua meter. Gunungan sampah rumah tangga itu meluber ke badan jalan dan menutup satu lajur utama sejak tiga hari terakhir.

Hingga Jumat (12/12/2025), kondisi tersebut tak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga menebarkan bau busuk yang menyengat. Aliran air lindi berwarna hitam terlihat menggenang di permukaan jalan, membasahi aspal dan menimbulkan aroma tak sedap bagi warga maupun pengendara yang melintas.

Geri, warga sekitar, mengungkapkan keresahannya. Ia mengatakan situasi semakin memburuk tanpa ada penanganan dari pemerintah setempat.

“Sudah dari tiga hari yang lalu,” ujar Geri saat ditemui di lokasi. Ia mendesak Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera turun tangan karena warga merasa bingung harus membuang sampah ke mana.

“Solusinya dari pemerintah aja. Pembuangannya harus jelas ke mana. Dari RT ada yang ambilin, kita juga bayar tiap bulan,” keluhnya.

Informasi yang beredar di kalangan warga menyebutkan bahwa akar permasalahan berasal dari kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, yang dikabarkan penuh dan tidak bisa menerima kiriman sampah tambahan.

Akibatnya, sampah yang biasanya diangkut petugas kini menumpuk di tepi jalan dan area pemukiman. “Katanya sudah enggak ada tempat pembuangannya. Jadi banyak orang bingung mau buangnya ke mana,” lanjut Geri.

Situasi tersebut membuat sebagian warga memilih membakar sampah di rumah, sebuah cara yang berisiko terhadap kesehatan dan lingkungan. “Akhirnya dibakar di rumah karena udah numpuk,” tambahnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa penumpukan sampah tidak hanya terjadi di Jalan Ir. H. Juanda. Titik lain seperti Jalan Dewi Sartika hingga kawasan Pasar Ciputat juga dipenuhi timbunan sampah.

Kondisi ini memperparah polusi udara dan mempersempit ruang gerak kendaraan di wilayah yang padat penduduk.

Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah masih terlihat meluber ke badan jalan dan belum ada langkah penanganan signifikan dari pemerintah daerah. Warga berharap krisis ini segera ditangani agar kondisi lingkungan kembali normal.