Kuliah S2-S3 ke Korea Selatan? Pemprov DKI Siapkan Skema Beasiswa Mulai 2027

JurnalPatroliNews – Jakarta — Pemprov DKI Jakarta mulai membuka peluang memperluas akses pendidikan tinggi ke luar negeri bagi mahasiswa asal Jakarta.

Melalui rencana program beasiswa yang akan dikembangkan mulai 2027, sebanyak 100 mahasiswa disiapkan untuk mendapatkan dukungan biaya pendidikan jenjang magister (S2) dan doktor (S3).

Korea Selatan menjadi salah satu negara yang masuk dalam penjajakan kerja sama tersebut, khususnya dengan universitas-universitas terkemuka di Seoul dan wilayah Korea Selatan lainnya.

Rencana itu dibahas Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama Wakil Wali Kota Seoul Jeong Sang-hun dalam pertemuan di Seoul Metropolitan Government Building, Selasa (6/10/2026).

Rp99,9 Miliar untuk 100 Mahasiswa

Dalam tahap awal, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran sekitar Rp99,9 miliar untuk mendukung program pendidikan tersebut.

Komposisinya terdiri atas 70 penerima beasiswa jenjang S2 dan 30 penerima jenjang S3.

Program tersebut disiapkan berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 20 Tahun 2026 tentang Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan.

Rano mengatakan, Pemprov DKI terbuka untuk menghubungkan program beasiswa tersebut dengan perguruan tinggi unggulan di Seoul.

“Kami akan dengan senang hati menjajaki peluang untuk menghubungkan program ini dengan universitas-universitas terkemuka di Seoul,” ujar Rano dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (7/10/2026).

Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI memperluas kesempatan bagi generasi muda Jakarta untuk memperoleh pengalaman pendidikan di lingkungan akademik internasional.

Korea Selatan Tak Sekadar Tujuan Kuliah

Bagi Pemprov DKI, peluang kerja sama dengan Korea Selatan tidak semata-mata diarahkan untuk mendapatkan gelar akademik.

Mahasiswa Jakarta nantinya diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai perkembangan teknologi, inovasi, industri kreatif, hingga kebudayaan Korea Selatan.

Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika kembali dan berkontribusi terhadap pembangunan Jakarta.

Pendekatan itu sekaligus menghubungkan agenda pendidikan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di tengah transformasi Jakarta sebagai kota global.

Jakarta dan Seoul Perkuat Hubungan

Selain membahas sektor pendidikan, pertemuan Rano dengan Jeong Sang-hun juga membicarakan penguatan hubungan Jakarta dan Seoul di sejumlah bidang.

Di antaranya pembangunan perkotaan, kebudayaan, serta ekonomi kreatif.

Jakarta dan Seoul sendiri telah memiliki hubungan sister city selama lebih dari empat dekade.

Jakarta tercatat sebagai salah satu dari 25 kota mitra sister city Seoul dan menjadi salah satu mitra penting Seoul di kawasan Asia Tenggara.

Rano melihat terdapat sejumlah kesamaan karakter antara kedua kota.

“Jakarta dan Seoul memiliki banyak kesamaan sebagai kota-kota besar di Asia. Kedua kota merupakan pusat ekonomi yang penting, dengan industri kreatif yang kuat, serta memiliki ambisi yang terus tumbuh untuk memperkuat posisinya sebagai kota global,” tutur Rano.

Jakarta Belajar dari Transformasi Seoul

Dalam pertemuan tersebut, Jakarta juga menyampaikan ketertarikan untuk mempelajari pengalaman Seoul dalam mengembangkan kota modern tanpa menghilangkan unsur kebudayaan.

Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah kawasan Seongsu-dong, yang berkembang menjadi kawasan kreatif dan mempertemukan komunitas, anak muda, seniman, pelaku usaha, serta industri kreatif.

Seoul juga menjadi perhatian Jakarta dalam pengembangan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat sepanjang hari.

Mulai dari taman, ruang interaksi warga, hingga aktivitas budaya dan kuliner.

“Kami tertarik untuk belajar dari pengalaman Seoul dalam pembangunan dan perancangan kota. Seiring transformasi Jakarta menjadi kota global, kami melihat peluang pertukaran pengetahuan mengenai ruang publik, desain perkotaan, dan upaya menciptakan kota yang lebih layak huni,” jelas Rano.

Seoul Juga Pelajari Pengalaman Jakarta

Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan satu arah.

Seoul disebut juga memiliki ketertarikan untuk mempelajari pengalaman Jakarta dalam mengelola kota dengan jumlah penduduk besar, kepadatan tinggi, serta mobilitas jutaan warga setiap hari.

Pertukaran pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan kedua kota, bukan hanya pada level pemerintahan, tetapi juga melalui pendidikan, komunitas, kebudayaan, dan sektor kreatif.

Jakarta Menuju Perayaan Lima Abad

Pertemuan Jakarta dan Seoul juga menyinggung rencana perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027.

Rano mengundang Pemerintah Metropolitan Seoul untuk ikut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Salah satu gagasan yang muncul adalah penyelenggaraan pertandingan sepak bola yang melibatkan klub dari kota-kota yang memiliki hubungan sister city.

Rano berharap klub seperti FC Seoul dapat hadir dan ambil bagian dalam agenda di Jakarta.

Harapan tersebut mendapat sambutan positif dari Jeong Sang-hun.

Kerja Sama Didorong Lebih Konkret

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan kunjungan Rano ke Seoul diarahkan untuk memperkuat hubungan yang selama ini telah terjalin antara kedua kota.

Menurut dia, kerja sama Jakarta-Seoul diharapkan tidak berhenti pada hubungan antarpemerintah.

“Yang ingin kita perkuat bukan hanya kerja sama antarpemerintah, tetapi juga jembatan bagi anak-anak Jakarta untuk belajar, bagi pelaku kreatif untuk berkolaborasi, dan bagi kedua kota untuk saling belajar membangun kota yang lebih layak huni,” terang Chico.

Dengan rencana program beasiswa mulai 2027, kerja sama pendidikan menjadi salah satu pintu yang dapat mempertemukan generasi muda Jakarta dengan pengalaman akademik dan perkembangan teknologi di Korea Selatan.

Bagi Jakarta, skema tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan tingkat lanjut di perguruan tinggi luar negeri.

Kunjungan Rano Karno ke Korea Selatan merupakan bagian dari rangkaian agenda Pemprov DKI Jakarta atas undangan Pemerintah Metropolitan Seoul.

Komentar