JurnalPatroliNews | Jakarta – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat memasuki babak kepemimpinan baru setelah Mahasabha XIII tahun 2026 menetapkan Letnan Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han), sebagai Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat untuk masa bakti 2026–2031.
Keputusan tersebut dibacakan pimpinan sidang dalam forum Mahasabha XIII yang berlangsung di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Jumat (10/10/2026). Penetapan ini menjadi salah satu agenda penting dalam forum tertinggi organisasi umat Hindu Indonesia yang dihadiri perwakilan dari berbagai daerah.
Dalam keputusan sidang yang dibacakan di hadapan peserta, nama I Nyoman Cantiasa ditetapkan sebagai ketua pengurus harian untuk periode lima tahun mendatang. Keputusan tersebut berlaku sejak ditetapkan di Jakarta pada 10 Oktober 2026.
Pergantian kepemimpinan ini sekaligus menempatkan tanggung jawab besar di pundak Cantiasa untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga persatuan umat, serta memastikan PHDI tetap berperan aktif dalam kehidupan keagamaan dan kebangsaan.
Dharma Agama dan Dharma Negara Jadi Landasan
Mahasabha XIII PHDI tahun 2026 mengusung tema “Penguatan Melalui Dharma Agama Dharma Negara Menuju Indonesia Raya.” Tema tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara pengamalan ajaran agama dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Dalam konteks tersebut, kepemimpinan PHDI diharapkan mampu memperkuat pelayanan kepada umat Hindu, merawat nilai-nilai dharma, serta membangun hubungan yang konstruktif dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
PHDI juga memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, memperkuat toleransi, dan berkontribusi terhadap terpeliharanya persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mahasabha XIII digelar pada 10–11 Oktober 2026. Forum ini menjadi ruang bagi para peserta untuk membahas arah organisasi sekaligus mengambil keputusan penting terkait kepemimpinan dan perjalanan PHDI ke depan.
Kehadiran para pinandita, pandita, serta perwakilan PHDI dari 38 provinsi menunjukkan luasnya keterwakilan daerah dalam forum tersebut.
Tantangan Kepemimpinan Lima Tahun ke Depan
Terpilihnya I Nyoman Cantiasa membuka harapan agar PHDI semakin solid dalam menjalankan fungsi organisasi, baik dalam pembinaan kehidupan keagamaan maupun dalam memperjuangkan kepentingan umat Hindu secara luas.
Konsolidasi internal, peningkatan kualitas pelayanan umat, serta penguatan komunikasi antara pengurus pusat dan daerah menjadi sejumlah aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam periode kepengurusan 2026–2031.
Di tengah dinamika sosial dan kebangsaan, PHDI juga diharapkan terus menjadi ruang pemersatu yang mengedepankan dialog, toleransi, dan semangat kebersamaan.
Penetapan Cantiasa sebagai Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat pun menandai dimulainya tanggung jawab baru untuk menerjemahkan semangat Mahasabha XIII ke dalam program kerja yang nyata, terukur, dan bermanfaat bagi umat.
Dengan berakhirnya proses penetapan tersebut, perhatian selanjutnya tertuju pada langkah-langkah kepengurusan baru dalam membangun organisasi yang semakin kuat, menjaga nilai-nilai dharma, serta mempererat kontribusi umat Hindu bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.









Komentar