Menkop Ungkap Jejak Syarikat Islam dalam Sejarah Koperasi Indonesia

JurnalPatroliNews | Banjarnegara — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan penguatan ekonomi umat di Indonesia memiliki akar sejarah panjang yang tidak terlepas dari perjuangan Syarikat Islam (SI).

Menurut Ferry, terdapat tiga kekuatan yang kini perlu dikembangkan secara bersamaan, yakni ekonomi syariah, koperasi, serta pengelolaan zakat dan wakaf.

Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat posisi Syarikat Islam, tidak hanya sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi yang mampu memberikan manfaat luas bagi umat.

Hal tersebut disampaikan Ferry saat memberikan arahan dan kajian ekonomi keumatan dalam acara Kajian Slapanan Ahad Pon SI di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (13/9/2026).

Tiga Pilar Ekonomi Umat

Ferry mengatakan ekonomi syariah, koperasi, serta zakat dan wakaf saat ini berkembang secara bersamaan di lingkungan Syarikat Islam.

“Ketiga kekuatan ini kini tumbuh bersamaan dan berakar kuat di lingkungan Syarikat Islam (SI), sehingga diharapkan mampu mengangkat peran SI dari sekadar kelompok masyarakat menjadi kekuatan ekonomi yang membanggakan umat,” kata Ferry.

Dalam kegiatan tersebut, Ferry didampingi Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari.

Sejumlah tokoh SI turut hadir, di antaranya Wakil Ketua Dewan Pusat SI KH Barna Soemantri, Wakil Sekretaris Jenderal SI Yudhi Irsyadi Syafii, Wakil Sekretaris Jenderal SI Hablul Mawadi, serta jajaran pengurus dan Pimpinan Cabang SI Banjarnegara.

Jejak Koperasi Berakar dari Syarikat Islam

Ferry menilai semangat para pendiri Syarikat Islam masih relevan untuk menjadi pijakan dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat saat ini.

Ia menyebut sejarah perkembangan koperasi di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perjuangan tokoh-tokoh Syarikat Islam.

“Akar koperasi di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perjuangan tokoh-tokoh Syarikat Islam. Sejak tahun 1913, Syarikat Dagang Islam telah merintis berdirinya koperasi,” ungkapnya.

Ferry kemudian menyinggung peran Haji Umar Said Cokroaminoto, Ketua Umum pertama SI, yang disebut mendirikan Koperasi Setia Budi Utama di Surabaya.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu rintisan yang kemudian mendorong pertumbuhan koperasi di berbagai daerah.

Semangat Koperasi Berlanjut ke Bung Hatta

Ferry juga mengaitkan perjuangan tersebut dengan pemikiran Mohammad Hatta yang kemudian menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah koperasi Indonesia.

“Bung Hatta kemudian melanjutkan semangat tersebut dan memasukkannya ke dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Beliau pun ditetapkan sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Kedua di Bandung tahun 1952,” papar Ferry.

Ia optimistis semangat para pendiri tersebut dapat kembali dihidupkan untuk memperkuat koperasi sebagai instrumen ekonomi rakyat.

Ferry juga menilai posisinya sebagai Menteri Koperasi sekaligus putra SI merupakan bagian dari kesinambungan perjuangan tersebut.

Menurut dia, keberadaan kader SI di pemerintahan tidak semata-mata sebuah kebetulan, tetapi menjadi kesempatan untuk meneruskan cita-cita para pendiri organisasi.

Koperasi Harus Kembali Jadi Kekuatan Ekonomi Rakyat

Ferry menyampaikan apresiasi kepada para tokoh SI yang telah ikut merintis perkembangan koperasi di Indonesia.

Ia menegaskan perjuangan tersebut harus diteruskan melalui koperasi yang mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan mendorong terciptanya keadilan ekonomi.

“Koperasi mampu memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat, menciptakan keadilan,” ujarnya.

Menurut Ferry, koperasi juga perlu bertransformasi agar tidak hanya dikenal sebagai lembaga yang bergerak di sektor simpan pinjam.

Koperasi Didorong Masuk Sektor Produksi

Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Ferry menyebut pengembangan koperasi menjadi salah satu prioritas utama.

Pemerintah mendorong koperasi untuk kembali mengambil peran lebih besar dalam aktivitas ekonomi produktif.

“Koperasi tidak boleh lagi hanya bergerak di bidang simpan pinjam. Kini koperasi didorong kembali masuk ke sektor produksi, distribusi, dan industri,” tegasnya.

Menurut Ferry, penguatan koperasi di sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat sekaligus memperluas manfaat koperasi bagi masyarakat.

Ia berharap dukungan dari masyarakat dan seluruh elemen Syarikat Islam dapat memperlancar upaya mengembalikan koperasi sebagai salah satu tulang punggung perekonomian rakyat.

“Kami juga memohon doa dan dukungan agar langkah pengembalian koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat dapat berjalan lancar, demi mewujudkan keadilan ekonomi,” ucapnya.

Ferry optimistis semangat yang diwariskan para pendiri Syarikat Islam dapat menjadi energi baru dalam membangun kekuatan ekonomi umat melalui koperasi, ekonomi syariah, serta optimalisasi zakat dan wakaf.

Komentar