Hari Ke-12 Operasi Modifikasi Cuaca, TNI Kirim 15 Ton Garam Semai ke Banjarmasin

JurnalPatroliNews – Jakarta. TNI bersama tim gabungan terus memperkuat dukungan logistik untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam upaya membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap. Memasuki hari ke-12 operasi, TNI mengirimkan 15 ton garam semai atau natrium klorida (NaCl) ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (27/10/2026).

Pengiriman dilakukan dari Posko OMC Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat Hercules C-130 milik TNI Angkatan Udara dengan nomor registrasi A-1339.

Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI), pengangkutan 15 ton NaCl tersebut dilaksanakan melalui dua sortie penerbangan. Sortie pertama membawa tujuh ton garam semai, sedangkan sortie kedua mengangkut delapan ton.

Pengiriman ini menjadi bagian dari dukungan berkelanjutan TNI terhadap pelaksanaan OMC di wilayah yang membutuhkan penanganan karhutla dan kabut asap.

Hercules C-130 Angkut 15 Ton NaCl

Penggunaan pesawat Hercules C-130 memungkinkan pengangkutan bahan semai dalam jumlah besar untuk mendukung kebutuhan operasi. Dalam misi kali ini, seluruh muatan garam semai dikirim melalui dua penerbangan dari Posko OMC Halim Perdanakusuma menuju Banjarmasin.

Dukungan logistik tersebut merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Ketersediaan bahan semai perlu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar kegiatan penyemaian dapat dilakukan berdasarkan kondisi atmosfer dan hasil pemantauan cuaca.

TNI bersama instansi terkait terus mengoordinasikan pengerahan alutsista udara dan distribusi logistik guna mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

Dukung Upaya Penanganan Karhutla

Garam semai berupa natrium klorida digunakan dalam operasi modifikasi cuaca untuk membantu proses pembentukan atau pertumbuhan butiran air pada awan yang memiliki kondisi sesuai. Melalui proses tersebut, penyemaian diharapkan dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah sasaran.

Namun, keberhasilan modifikasi cuaca bergantung pada sejumlah faktor, antara lain ketersediaan awan potensial, kelembapan, suhu, dan dinamika atmosfer. Karena itu, pengiriman bahan semai merupakan bagian dari rangkaian operasi dan tidak dengan sendirinya memastikan hujan akan turun.

Pelaksanaan OMC perlu didukung pemantauan meteorologis serta koordinasi antara tim penerbangan dan instansi terkait agar lokasi dan waktu penyemaian sesuai dengan kondisi cuaca.

Dalam konteks penanganan karhutla, upaya modifikasi cuaca juga perlu berjalan bersama langkah lain, seperti pemadaman titik api, pemantauan kawasan rawan, dan penanganan dampak asap terhadap masyarakat.

TNI dan Tim Gabungan Lanjutkan Dukungan Operasi

Puspen TNI menyampaikan bahwa pengerahan alutsista udara dan dukungan logistik dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu mempercepat penanganan karhutla di wilayah terdampak.

Pengiriman 15 ton NaCl ke Banjarmasin pada hari ke-12 OMC menunjukkan kelanjutan dukungan logistik dalam operasi tersebut. Pelaksanaan selanjutnya akan menyesuaikan kebutuhan lapangan dan perkembangan kondisi cuaca.

Melalui koordinasi dengan instansi terkait, TNI diharapkan dapat terus mendukung upaya penanganan karhutla serta membantu mengurangi dampak kabut asap bagi masyarakat.

Komentar