JurnalPatroliNews | Banda Aceh – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat terus diperkuat melalui sinergi lintas instansi di Kota Banda Aceh.
Personel Koramil 13/Kuta Alam Kodim 0101/Kota Banda Aceh bersama jajaran Polsek Kuta Alam, Satpol PP, dan Wilayatul Hisbah (WH) melaksanakan patroli terpadu dalam rangka penegakan Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) sekaligus pengawasan penerapan Syariat Islam di wilayah Kecamatan Kuta Alam, Jumat (25/7/2026).
Patroli yang dipimpin Camat Kuta Alam Faidian Faisal, S.STP., M.Si. tersebut difokuskan di sejumlah titik strategis di kawasan Gampong Bandar Baru, yang dinilai memiliki potensi terjadinya gangguan keamanan maupun pelanggaran ketertiban umum.
Kehadiran aparat gabungan tidak hanya bertujuan melakukan pengawasan, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk mencegah berbagai potensi pelanggaran serta memperkuat rasa aman di tengah masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, petugas melakukan pemantauan situasi lingkungan sekaligus memberikan edukasi kepada warga agar tetap mematuhi peraturan daerah, menjaga ketertiban, dan mendukung terciptanya lingkungan yang kondusif.
Komandan patroli dari unsur Koramil 13/Kuta Alam, Pelda Efrinaldi, menegaskan bahwa patroli terpadu merupakan bentuk nyata komitmen aparat dalam menjaga keamanan wilayah melalui pendekatan yang persuasif dan humanis.
Menurutnya, kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif warga untuk bersama-sama menjaga ketertiban lingkungan serta menghormati aturan yang berlaku, termasuk dalam pelaksanaan Syariat Islam yang menjadi bagian dari kekhususan Provinsi Aceh.
Sinergi antara unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, Satpol PP, dan Wilayatul Hisbah dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan stabilitas keamanan wilayah. Kolaborasi tersebut juga menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Melalui patroli rutin seperti ini, aparat berharap potensi gangguan keamanan maupun pelanggaran ketertiban dapat diminimalkan, sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah Kota Banda Aceh.














Komentar