Terungkap! Alasan di Balik 6.113 Perceraian di Tangerang: Judi Online dan Perselingkuhan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pengadilan Agama Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, mencatat sebanyak 6.113 kasus perceraian sepanjang tahun 2025.

Lonjakan ini meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 5.600 kasus.

Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Tigaraksa, Yasmita, mengatakan peningkatan tersebut dipicu berbagai faktor, mulai dari perselisihan yang berlarut-larut hingga tekanan ekonomi akibat kecanduan judi online.

“Sekarang November 2025 itu ada 6.113 perkara, meningkat sekitar 1.000 atau sekitar 8 persen dari tahun lalu,” ujar Yasmita, Selasa (11/11/2025).

Menurutnya, mayoritas perceraian terjadi karena pertengkaran terus-menerus yang tidak terselesaikan di dalam rumah tangga.

Banyak pasangan yang akhirnya memilih berpisah setelah menghadapi tekanan ekonomi, terutama karena salah satu pihak kecanduan judi online.

“Ribuan perceraian itu karena pertengkaran yang tidak berhenti. Tekanan ekonomi dan judi online jadi penyebab utama,” ujarnya.

Dari total kasus yang tercatat, 96 perceraian disebabkan oleh judi online, 334 kasus akibat perselingkuhan, dan 96 perkara karena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Selingkuh dan judi online sekarang banyak karena pengaruh media sosial. Biasanya alasan utamanya disebut pertengkaran terus-menerus, tetapi saat sidang baru terungkap penyebab sebenarnya,” tambah Yasmita.

Selain itu, KDRT juga menjadi faktor dominan dalam perceraian di Kabupaten Tangerang. Sekitar 30 persen dari total kasus disebabkan oleh kekerasan fisik maupun verbal di dalam rumah tangga.

“KDRT di Kabupaten Tangerang cukup tinggi, sekitar 30 persen dari total kasus,” tegasnya.

Pihak Pengadilan Agama Tigaraksa mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menghadapi persoalan rumah tangga dan tidak mudah terpancing emosi yang berujung perceraian.

Pemerintah daerah juga diharapkan lebih aktif melakukan edukasi mengenai dampak sosial dan ekonomi dari judi online serta pentingnya komunikasi dalam keluarga.