JurnalPatroliNews | Jakarta – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 dimanfaatkan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono untuk menegaskan kembali arah pembangunan ekonomi Indonesia yang berpijak pada semangat Bung Hatta. Bersama Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Ferry mengunjungi kediaman Proklamator sekaligus Bapak Koperasi Indonesia di Jalan Diponegoro No. 57, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/7/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol komitmen pemerintah dalam menghidupkan kembali nilai-nilai koperasi sebagai fondasi utama ekonomi kerakyatan sebagaimana dicita-citakan Bung Hatta.
Rombongan disambut langsung oleh keluarga Bung Hatta, di antaranya Meutia Hatta, Prof. Sri Edi Swasono, Gemala Hatta, Halida Hatta, serta akademisi Rocky Gerung.
Dalam kesempatan itu, Ferry Juliantono menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ingin mengembalikan orientasi sistem ekonomi nasional agar tidak semakin bergeser ke arah liberalisme dan kapitalisme, melainkan kembali berpijak pada amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Menurutnya, koperasi harus kembali ditempatkan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional sekaligus instrumen pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin mengembalikan praktik ekonomi Indonesia sesuai amanat konstitusi, yakni menjadikan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional,” ujar Ferry.
Ia menjelaskan, Kementerian Koperasi bersama Dewan Koperasi Nasional (Dekopin), pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan terus bersinergi untuk mewujudkan cita-cita Bung Hatta melalui berbagai program strategis, termasuk percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Program tersebut dinilai menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi berbasis masyarakat hingga tingkat desa sekaligus memperluas akses pemberdayaan ekonomi rakyat.
Momentum Harkopnas ke-79, lanjut Ferry, juga menjadi pengingat bahwa koperasi merupakan sistem ekonomi yang paling sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi Indonesia.
Meski mengakui tantangan yang dihadapi tidak ringan, Ferry optimistis gerakan koperasi akan kembali bangkit apabila mendapat dukungan seluruh elemen bangsa.
“Kami membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk keluarga Bung Hatta, agar pemikiran besar beliau dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Meutia Hatta menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap warisan pemikiran Bung Hatta.
Ia menilai kunjungan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih menempatkan Bung Hatta sebagai inspirasi utama dalam membangun gerakan koperasi nasional.
“Kami berharap perjalanan koperasi yang selama ini penuh tantangan dapat benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,” ujar Meutia.
Ia juga memberikan dukungan terhadap percepatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dinilai sejalan dengan cita-cita Bung Hatta mengenai pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi gotong royong.
Menurut Meutia, pengalaman hidup Bung Hatta yang dekat dengan penderitaan rakyat menjadi fondasi lahirnya konsep koperasi sebagai alat perjuangan ekonomi yang berkeadilan.
Senada dengan itu, Prof. Sri Edi Swasono mengapresiasi berbagai langkah Kementerian Koperasi dalam membumikan kembali gerakan koperasi, termasuk melalui kegiatan Fun Run dan Car Free Day yang akan menjadi bagian dari rangkaian Harkopnas ke-79.
Ia menilai pendekatan tersebut mampu memperkenalkan kembali koperasi kepada masyarakat luas dengan cara yang lebih dekat dan relevan.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk mempopulerkan kembali koperasi kepada masyarakat. Kami merasa terhormat atas perhatian Menteri Koperasi terhadap rumah Bung Hatta dan warisan pemikirannya,” tuturnya.
Dengan semangat Harkopnas ke-79, pemerintah berharap koperasi kembali menjadi kekuatan utama dalam membangun ekonomi nasional yang mandiri, inklusif, dan berkeadilan.














Komentar