JurnalPatroliNews | Jakarta – Penataan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi perhatian serius Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto dalam upaya mencegah kembali maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Menurut Dadang, pemberantasan narkoba di kawasan rawan tidak dapat hanya mengandalkan operasi penindakan dan penangkapan. Pembenahan lingkungan, penguatan ketahanan sosial, serta keterlibatan masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah aktivitas serupa kembali terjadi.
Penegasan tersebut disampaikan saat Kapolda Metro Jaya meninjau operasi pemberantasan narkoba di kawasan Kampung Muara Bahari, Minggu (1/11/2026).
“Penataan lingkungan sosial inilah yang perlu kerja sama sekaligus penyadaran masyarakat,” kata Komjen Dadang.
Soroti Bangunan di Sekitar Rel Kereta Api
Saat menyusuri kawasan permukiman di sekitar rel kereta api, Dadang melihat sejumlah bangunan yang diduga dimanfaatkan untuk aktivitas penyalahgunaan narkoba.
Keberadaan bangunan tersebut menjadi perhatian karena berpotensi kembali digunakan untuk kegiatan serupa apabila tidak diikuti penanganan lingkungan secara berkelanjutan.
Dadang menilai pembenahan kawasan harus dilakukan secara terencana dengan mempertimbangkan kondisi permukiman, aktivitas ekonomi, serta kebutuhan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.
Ia mengungkapkan telah berkomunikasi dengan pihak perkeretaapian untuk membahas kemungkinan penataan kawasan di sekitar jalur rel.
Namun, pelaksanaan penataan tidak dapat dilakukan oleh kepolisian sendiri. Diperlukan koordinasi dengan pemerintah daerah, pihak perkeretaapian, serta instansi lain sesuai kewenangan masing-masing.
Langkah tersebut juga perlu memperhatikan keberadaan warga yang menjalankan aktivitas dan mencari nafkah secara sah agar penanganan kawasan tidak menimbulkan persoalan sosial baru.
Penindakan Narkoba Harus Diikuti Pembenahan Sosial
Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa persoalan narkoba tidak hanya berkaitan dengan pelaku dan barang bukti, tetapi juga kondisi lingkungan yang memungkinkan aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkotika terus berulang.
Karena itu, pendekatan penegakan hukum perlu dilengkapi upaya pencegahan yang melibatkan masyarakat.
Penataan kawasan, menurut Dadang, bukan sekadar memperbaiki kondisi fisik bangunan dan lingkungan. Hal yang tidak kalah penting adalah membangun kesadaran warga agar mampu mengenali, menolak, dan mencegah pengaruh narkoba di lingkungan tempat tinggal mereka.
Penguatan ketahanan sosial menjadi bagian penting dalam upaya tersebut, terutama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi keluarga dan generasi muda.
Dengan keterlibatan masyarakat, pencegahan diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan, tidak hanya ketika aparat melaksanakan operasi.
Kapolda Minta Kerja Sama Pemerintah Daerah
Dadang mengingatkan bahwa kepolisian memiliki batas kewenangan dalam menangani persoalan permukiman dan kehidupan sosial masyarakat.
Oleh sebab itu, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya perlu mengambil peran sesuai tugas masing-masing.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan agar penataan Kampung Bahari dapat berjalan secara menyeluruh, baik dari sisi keamanan, lingkungan, maupun kondisi sosial masyarakat.
Dadang menyampaikan bahwa dirinya telah membicarakan kebutuhan penataan tersebut dengan pihak pemerintah setempat.
“Ke depan, saya sudah berbicara dengan Pak Wali supaya pemerintah, dua-duanya melakukan penataan. Ya penataan yang baik, lingkungan sosial ditata, masyarakatnya ditata, dibangun, ketahanan sosialnya terhadap pengaruh narkoba. Itu yang paling penting,” pungkasnya.
Kampung Bahari Diharapkan Tidak Kembali Rawan Narkoba
Kapolda Metro Jaya berharap upaya pemberantasan narkoba di Kampung Bahari tidak berhenti setelah operasi kepolisian selesai.
Menurutnya, hasil penindakan perlu dijaga melalui langkah lanjutan yang melibatkan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat setempat.
Pembenahan lingkungan serta penguatan ketahanan sosial diharapkan mampu mengurangi peluang penyalahgunaan kawasan untuk aktivitas narkoba.
Dengan pendekatan tersebut, penanganan Kampung Bahari tidak hanya diarahkan pada pemberantasan peredaran narkotika, tetapi juga pada pembentukan lingkungan permukiman yang lebih aman, tertata, dan mendukung kehidupan masyarakat.
Upaya tersebut sekaligus menempatkan partisipasi warga sebagai bagian penting dalam pencegahan narkoba secara berkelanjutan.















Komentar