JurnalPatroliNews – Situbondo – Isak tangis histeris dari pihak keluarga mengiringi proses penanganan jenazah Murtafia Rafika Devi (34), bidan yang tewas mengenaskan di tangan suaminya sendiri.
Pihak keluarga korban tampak tidak kuasa menahan rasa sedih yang mendalam saat mendatangi RSUD Abdoer Rahem Situbondo pada Minggu pagi sekitar pukul 10.30 WIB.
Mereka mengaku sama sekali tidak menyangka bahwa wanita yang aktif bertugas di RSUD Besuki tersebut akan meregang nyawa secara tragis oleh pasangannya sendiri.
Bude korban, Sunarsih (50), membeberkan bahwa pelaku selama ini dikenal luas sebagai sosok pria yang memiliki rasa cemburu yang sangat berlebihan.
Karakter pelaku yang dinilai pencemburu buta tersebut membuatnya kerap melakukan tindakan intervensi, termasuk melacak aktivitas ponsel milik korban.
Apabila mendapati adanya nomor kontak baru yang tersimpan di dalam ponsel korban, pelaku dipastikan akan langsung melacak identitas pemilik nomor tersebut.
Sunarsih bahkan menceritakan bahwa menantunya yang kebetulan bekerja di rumah sakit yang sama juga sempat menjadi sasaran kecemburuan tak beralasan dari pelaku.
Dua Bulan Pisah Ranjang dan Pesan Pilu untuk Sang Adik
Sementara itu, adik kandung korban yang akrab disapa Belinda, mengaku sangat terpukul dan tidak ikhlas atas kepergian tragis sang kakak.
Belinda menuturkan bahwa dalam kurun waktu dua bulan terakhir, korban sebenarnya sudah memilih untuk tinggal terpisah dari suaminya.
Korban memutuskan untuk kembali dan menetap di rumah kediaman orang tua mereka yang berlokasi di kawasan Desa Blitok, Kecamatan Bungatan.
Pihak keluarga sendiri tidak mengetahui secara pasti apakah di luar rumah keduanya masih sering melakukan pertemuan atau tidak.
Hal tersebut dikarenakan setiap kali berpamitan hendak keluar rumah, almarhumah selalu beralasan kepada keluarga bahwa dirinya ingin pergi bekerja.
Di balik peristiwa memilukan ini, Belinda teringat akan sebuah pesan mendalam yang pernah diucapkan oleh sang kakak semasa hidupnya.
Almarhumah sempat menitipkan sebuah curahan hati sekaligus peringatan agar sang adik tidak mengalami nasib rumah tangga yang kelam seperti dirinya.
Kepada Belinda, korban secara lirih pernah mdoakan agar adiknya tersebut kelak tidak mendapatkan sosok suami yang berperilaku buruk seperti suaminya.
Kepribadian Tertutup Korban dan Status Penahanan Pelaku
Sepanjang mengarungi bahtera rumah tangga, korban dikenal oleh lingkungan internal keluarga sebagai sosok wanita yang sangat tertutup.
Meskipun Belinda sudah berulang kali memberikan nasihat agar korban menyudahi hubungan dengan suaminya, korban lebih sering memilih untuk bungkam.
Setiap kali pihak keluarga mencoba menggali permasalahan yang dihadapinya, almarhumah selalu diam dan enggan membagikan beban pikirannya.
Di sisi lain, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa terduga pelaku pembunuhan saat ini sudah berhasil diamankan di markas komando.
Pelaku telah secara kooperatif menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan pidananya.
Saat ini, suami dari bidan malang tersebut telah resmi dimasukkan ke dalam sel tahanan guna menjalani rangkaian proses pemeriksaan intensif oleh tim penyidik.









Komentar