Tepung Anti-Rambat Api Diuji, Kodim 0101/KBA Perkuat Pasukan Siaga Karhutla

JurnalPatroliNews | Banda Aceh – Kesiapan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat Kodim 0101/Kota Banda Aceh. Salah satunya melalui pelatihan sekaligus uji coba penggunaan tepung anti-rambat api yang digelar di halaman Makodim 0101/Kota Banda Aceh, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Regu Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Peleton Siaga Karhutla Kodim 0101/Kota Banda Aceh. Pelatihan diarahkan untuk membekali personel dengan pemahaman teknis mengenai penggunaan sarana pendukung dalam upaya mengendalikan penyebaran api.

Uji coba tidak berhenti pada penjelasan teori. Personel langsung mempraktikkan penggunaan tepung anti-rambat api di lapangan sehingga setiap anggota memiliki gambaran mengenai tata cara pengoperasian sarana tersebut saat menghadapi situasi kebakaran.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari pemantapan kesiapan operasional. Personel dituntut memahami prosedur penggunaan secara tepat agar dapat memberikan respons cepat ketika terjadi kebakaran di wilayah tugas Kodim 0101/Kota Banda Aceh.

Pelaksanaan pelatihan dan uji coba berlangsung di bawah pengawasan Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kodim 0101/Kota Banda Aceh, Mayor Inf Muliadi.

Kesiapan personel menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi Karhutla. Selain kemampuan melakukan penanganan saat kebakaran terjadi, kecepatan dalam mengambil tindakan awal juga dibutuhkan untuk membantu mencegah api berkembang lebih luas.

Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0101/Kota Banda Aceh berupaya memastikan unsur siaga memiliki kesiapan yang memadai, baik dari sisi personel maupun penguasaan sarana pendukung penanggulangan kebakaran.

Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran satuan kewilayahan dalam mendukung pencegahan danpenanganan Karhutla. Respons yang terukur diharapkan dapat mendukung perlindungan masyarakat sekaligus membantu menjaga lingkungan di wilayah binaan.

Dengan latihan yang dilakukan secara langsung, kesiapan menghadapi potensi kebakaran tidak hanya dibangun ketika insiden terjadi, tetapi dipersiapkan melalui pembiasaan, penguasaan prosedur, dan pengujian sarana sejak dini.

Komentar