Momen UAS Beri Tausiah di Hadapan PM Anwar Ibrahim, Pesan Persatuan Jadi Sorotan

JurnalPatroliNews | Putrajaya – Ustaz Abdul Somad (UAS), pendakwah asal Indonesia yang dikenal luas di kawasan Melayu, mendapat undangan untuk menyampaikan tausiah dalam Majelis Ilmu MADANI bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Kompleks Seri Perdana, Putrajaya, Rabu (28/10/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung di kediaman resmi Perdana Menteri Malaysia tersebut, UAS menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman budaya dan agama dengan mengambil pelajaran dari keteladanan Rasulullah SAW.

Kehadiran UAS disambut hangat oleh Anwar Ibrahim. Melalui unggahan di media sosialnya, Anwar menyampaikan apresiasi atas tausiah yang menghubungkan khazanah keilmuan Islam dengan persoalan kehidupan sehari-hari.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Majelis Ilmu MADANI yang diselenggarakan untuk memperkuat pemahaman agama melalui dialog dan pembelajaran bersama tokoh dakwah.

Anwar Ibrahim Apresiasi Tausiah UAS

Anwar Ibrahim menilai majelis ilmu bersama tokoh agama yang memiliki pemahaman mendalam penting untuk memperkuat pemahaman Islam di tengah masyarakat.

Menurut Anwar, ilmu agama tidak hanya berfungsi memperkaya pengetahuan, tetapi juga membantu membimbing perilaku, menjernihkan hati, dan membentuk kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Dalam unggahannya, Anwar menyebut UAS sebagai tamu istimewa dari Indonesia yang hadir untuk mengisi Majelis Ilmu MADANI di Seri Perdana.

Ia juga menyoroti cara UAS menyampaikan materi yang menghubungkan khazanah keilmuan Islam klasik atau turats dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pendekatan tersebut dinilai membantu masyarakat memahami pesan agama secara lebih kontekstual, sehingga ilmu yang disampaikan tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi juga dapat menjadi pedoman dalam kehidupan.

Anwar turut menyampaikan doa agar UAS senantiasa memperoleh kebijaksanaan dalam berdakwah dan terus menyampaikan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Keterangan mengenai pertemuan dan apresiasi Anwar tersebut juga diberitakan Bernama, kantor berita nasional Malaysia, pada 28 Oktober 2026.

Persatuan dalam Keberagaman Jadi Pesan Utama

Dalam tausiahnya, UAS mengangkat tema persatuan di tengah keberagaman budaya dan agama. Ia mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun hubungan antarmanusia.

Pesan tersebut menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan memahami perbedaan secara bijaksana. Dalam kehidupan masyarakat yang memiliki beragam latar belakang, nilai persatuan menjadi salah satu unsur penting untuk membangun hubungan sosial yang harmonis.

Penyampaian materi keagamaan yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami ajaran agama secara lebih dekat dengan persoalan yang mereka hadapi.

Bagi Anwar, majelis ilmu bersama pendakwah dan ulama memiliki peran dalam menyuburkan pemahaman agama sekaligus membimbing masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan.

Melalui kegiatan seperti Majelis Ilmu MADANI, pembelajaran agama diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat pengetahuan, membangun kebijaksanaan, dan mendorong perilaku yang bermanfaat bagi lingkungan sosial.

Momen Keakraban UAS dan PM Malaysia

Kegiatan di Kompleks Seri Perdana tersebut juga memperlihatkan suasana keakraban antara Anwar Ibrahim dan UAS.

Dalam dokumentasi yang dibagikan melalui media sosial, keduanya terlihat berinteraksi dalam acara keagamaan yang menghadirkan tokoh dakwah dari Indonesia tersebut.

Kunjungan UAS menjadi salah satu bentuk pertemuan antara pemimpin pemerintahan dan tokoh agama dalam ruang dialog keilmuan. Kehadiran pendakwah dari Indonesia juga memperlihatkan hubungan sosial dan keagamaan yang terjalin di antara masyarakat kedua negara.

Indonesia dan Malaysia memiliki kedekatan budaya, bahasa, serta tradisi keagamaan yang membuat pertukaran gagasan di bidang pendidikan dan dakwah mendapat perhatian masyarakat.

Meski demikian, inti kegiatan ini bukan sekadar pertemuan dua tokoh yang dikenal publik, melainkan penyampaian pesan keagamaan mengenai persatuan, keteladanan, dan pentingnya ilmu dalam membimbing kehidupan.

UAS Unggah Pantun tentang Kunjungannya ke Malaysia

UAS juga membagikan perjalanan dan kegiatannya di Malaysia melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam salah satu unggahan, ia menyampaikan pantun ketika ditanya mengenai agenda kunjungannya ke Negeri Jiran.

“Ikan tenggiri beli di Medan. Jumpa Perdana Menteri dan Sultan,” ujar UAS.

Pantun tersebut menjadi cara khas UAS menyampaikan informasi perjalanan dengan gaya ringan dan akrab.

Kunjungan ini kembali memperlihatkan aktivitas dakwah UAS di luar Indonesia. Ia dikenal sebagai pendakwah yang menyampaikan materi keagamaan dengan gaya lugas dan sering mengaitkan pembahasan dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Namun, daya tarik dakwah dan respons masyarakat terhadap seorang pendakwah tetap beragam. Kegiatan Majelis Ilmu MADANI di Putrajaya kali ini secara khusus menempatkan pembelajaran agama dan pesan persatuan sebagai pokok perhatian.

Majelis Ilmu sebagai Ruang Pembelajaran

Majelis Ilmu MADANI menjadi wadah pembelajaran keagamaan yang menghadirkan tokoh dakwah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat.

Dalam kegiatan bersama UAS tersebut, pesan yang disampaikan berfokus pada pentingnya menjadikan ilmu sebagai landasan berpikir dan bertindak. Pemahaman agama diharapkan dapat membantu masyarakat menyikapi perbedaan dengan bijaksana dan membangun hubungan yang lebih baik.

Apresiasi Anwar terhadap tausiah UAS juga menegaskan pentingnya peran tokoh agama dalam menyampaikan ilmu yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

Pertemuan di Seri Perdana pada Rabu (28/10/2026) tersebut menjadi momentum pertukaran gagasan keagamaan antara tokoh Indonesia dan pemimpin Malaysia dalam suasana majelis ilmu.

Melalui pesan tentang persatuan dalam keberagaman, kegiatan itu mengingatkan kembali bahwa ilmu dan keteladanan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Komentar