JurnalPatroliNews | Jakarta — Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman resmi menempati posisi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Dudung menggantikan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago. Pengangkatan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024-2029.
Pergantian di posisi strategis bidang politik dan keamanan itu mendapat perhatian sejumlah elemen masyarakat. Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar Dudung dapat menjalankan tugas barunya dengan mengedepankan persatuan dan stabilitas nasional.
KOWANI Titip Pesan Stabilitas Nasional
Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto berharap Dudung menjalankan amanah barunya dengan integritas, kebijaksanaan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“KOWANI mendoakan agar Bapak Dudung Abdurachman senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam mengemban tanggung jawab menjaga persatuan nasional dan memperkuat stabilitas politik serta keamanan Indonesia,” kata Nannie dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Menurut Nannie, kondisi nasional yang aman, damai dan saling menghormati memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat, termasuk ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan dan tumbuh kembang generasi penerus.
Karena itu, KOWANI berharap koordinasi di bidang politik dan keamanan juga dapat berkontribusi terhadap terciptanya rasa aman bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian, termasuk perempuan, anak, lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Dialog dan Keberagaman Jadi Perhatian
Selain stabilitas keamanan, KOWANI menekankan pentingnya komunikasi dengan masyarakat serta penghormatan terhadap keberagaman.
Nannie mengatakan dialog terbuka dan partisipasi masyarakat diperlukan dalam menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Dialog yang terbuka, penghormatan terhadap keberagaman, serta partisipasi masyarakat menjadi unsur penting dalam merawat persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Nannie.
Pesan tersebut menempatkan stabilitas nasional tidak hanya dalam konteks keamanan, tetapi juga dalam hubungan sosial dan kehidupan masyarakat yang majemuk.
Dudung Tinggalkan Kursi KSP
Sebelum ditunjuk sebagai Menko Polkam, Dudung menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Ia dilantik sebagai KSP oleh Presiden Prabowo pada 27 April 2026.
Setelah Dudung berpindah ke Kemenko Polkam, Presiden Prabowo melantik Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada hari yang sama, 1 Oktober 2026. Pengangkatan Listyo sebagai KSP didasarkan pada Keppres Nomor 105/P Tahun 2026.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari rangkaian perubahan susunan pejabat Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo pada awal Oktober 2026.
Menko Polkam Hadapi Mandat Koordinasi Strategis
Sebagai Menko Polkam, Dudung kini berada pada posisi koordinator sejumlah urusan pemerintahan di bidang politik dan keamanan. Tugas tersebut menempatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga sebagai bagian penting dalam menjalankan agenda pemerintahan.
Pelantikan Dudung sendiri berlangsung bersamaan dengan sejumlah pergantian pejabat Kabinet Merah Putih lainnya pada 1 Oktober 2026. Sekretariat Negara mencatat sebanyak 10 menteri dan wakil menteri dilantik dalam rangkaian tersebut.
Dalam konteks itu, harapan yang disampaikan KOWANI menyoroti dimensi sosial dari stabilitas nasional, terutama bagaimana kondisi politik dan keamanan dapat berjalan beriringan dengan rasa aman masyarakat.
KOWANI Tekankan Peran Perempuan
KOWANI juga menilai perempuan memiliki peran dalam membangun budaya damai, menanamkan nilai kebangsaan, memperkuat kepedulian sosial dan menjaga kerukunan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan seiring harapan agar stabilitas nasional tidak hanya dipahami sebagai persoalan keamanan negara, tetapi juga mencakup terciptanya lingkungan sosial yang aman dan inklusif.
Bagi KOWANI, kondisi tersebut berkaitan dengan upaya memperkuat ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan serta perlindungan kelompok rentan.
Harapan untuk Amanah Baru Dudung
Dengan resmi dilantiknya Dudung sebagai Menko Polkam, koordinasi bidang politik dan keamanan dalam pemerintahan Prabowo kini memasuki fase baru.
KOWANI menyampaikan harapan agar kepemimpinan Dudung dapat mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai dan bersatu.
“Selamat mengemban amanah kepada Bapak Dudung Abdurachman. Semoga setiap langkah pengabdian membawa manfaat bagi rakyat serta memperkokoh Indonesia yang aman, damai, bersatu, dan bermartabat,” tandas Nannie.
Pergantian jabatan tersebut kini menempatkan Dudung pada salah satu posisi koordinatif penting dalam pemerintahan, sementara perhatian publik akan tertuju pada agenda dan langkah yang dijalankan dalam menjalankan mandat baru tersebut.














Komentar