JurnalPatroliNews | Jambi – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya membuka kesempatan yang setara bagi perempuan dalam memperoleh pelatihan, mengakses pekerjaan layak, serta mengembangkan usaha. Peningkatan kualitas dan kompetensi perempuan dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi mereka terhadap pembangunan dan perekonomian nasional.
Pesan tersebut disampaikan Afriansyah dalam acara pengukuhan pengurus Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) Kota Jambi periode 2025–2029 yang dirangkaikan dengan Seminar Budaya Bundo Kanduang di Jambi, Jumat (6/11/2026).
“Perempuan harus memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh pelatihan, mengakses pekerjaan yang layak, mengembangkan usaha, serta meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Afriansyah.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian. Kontribusi tersebut terlihat dalam berbagai sektor, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri kreatif, usaha keluarga, hingga beragam profesi lainnya.
Karena itu, peningkatan kompetensi perempuan perlu terus diperkuat agar mereka memiliki pilihan dan peluang lebih luas untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Kemnaker Dorong Peningkatan Kompetensi Perempuan
Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus menyelenggarakan program pelatihan vokasi untuk membekali masyarakat dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri.
Program pelatihan ini diharapkan dapat membuka akses bagi perempuan untuk meningkatkan kemampuan profesional, memperoleh kesempatan kerja, maupun membangun dan mengembangkan usaha produktif.
Afriansyah menilai pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya melalui peningkatan keterampilan. Diperlukan pula dukungan dalam bentuk akses terhadap jejaring usaha, kesempatan pemasaran, serta lingkungan yang mendukung pengembangan ekonomi.
Dengan demikian, perempuan dapat mengambil peran lebih luas dalam aktivitas ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
PBKM Diharapkan Jadi Penggerak Pemberdayaan
Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah berharap Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau dapat mengambil peran dalam memperkuat pemberdayaan perempuan, baik di bidang sosial maupun ekonomi, tanpa meninggalkan upaya pelestarian adat dan budaya Minangkabau.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan seperti PBKM memiliki potensi untuk menjadi ruang pengembangan kapasitas perempuan melalui berbagai kegiatan produktif.
Peran tersebut dapat diwujudkan melalui pelatihan keterampilan, penguatan kewirausahaan, perluasan jaringan usaha, serta promosi produk unggulan masyarakat Minangkabau.
Afriansyah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar program pemberdayaan perempuan dapat menjangkau lebih banyak kalangan.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Perlu dukungan seluruh elemen masyarakat agar program pemberdayaan perempuan dapat berjalan lebih luas dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Melalui sinergi pemerintah, organisasi perempuan, dan masyarakat, peningkatan kompetensi diharapkan dapat memperluas kesempatan perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
Kesetaraan akses terhadap pelatihan dan pekerjaan pada akhirnya bukan hanya berkaitan dengan kesempatan individu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat potensi ekonomi keluarga dan pembangunan nasional.














Komentar