Akselerasi transformasi seringkali hanya disentuh sebatas benda/tangible sedangkan yang tak benda atau intangible tidak di sentuh bahkan dilupakan. Yang intangible inilah esensi yang mendasar dan menjadi pilar bagi polisi dalam pemolisiannya untuk selalu ada kebaruan yang mencerahkan menyenangkan menentramkan dan membuat sesuatu baru dan ada rasa kerinduan.
Gerakan moral dan gerakan sosial merupakan upaya mencerdaskan kehidupan berbangsa melalui rekayasa sosial dsb. Gerakan moral dan gerakan sosial dapat secara tematik yang diangkat atau dibuat sesuai konteks dan kebutuhannya. Bisa menggunakan seni budaya sebagai wujud apresiasi kepada leluhur nenek moyang. Bisa juga melibatkan para ilmuwan, sektor bisnis, seniman budayawan para tokoh dan pejuang seni budaya dan kemanusiaan untuk membangun masyarakat sadar seni budaya dan pariwisata. Gerakan moral dan sosial ini menyentuh yang benda maupun tak benda. Tentu bukan dalam perhitungan semata mata untung rugi atau bisnis.
Membangun literasi seni budaya melalui art policing, pemolisian dengan sentuhan yang tak benda dapat dianalogikan mentransformasikan isi buku yang mampu mencerahkan dan mencerdaskan melalui aktivitas kegiatan nyata sehari hari. Misalnya dengan: menanam pohon, menata lingkungan, menata sampah, peduli air bersih, dsb. Tatkala warga masyarakat telah memiliki kesadaran dan terbiasa dengan maka habitus baru menjaga dan mengapresiasi kemanusiaan, keteraturan sosial, patuh hukum akan lebih mudah ditumbuhkembangkan.
Wadah bagi gerakan moral dan gerakan sosial kemasyarakatan sejatinya merupakan civil society yang merupakan basis demokrasi. Dari berbagai wadah civil society literasi seni budaya yang tangible atau kebendaan dan intangible/tak benda melalui art policing dapat dikembangkan sbg:
- Pemolisian yang sesuai dengan corak masyarakat dan kebudayaannya. Selain itu juga sebagai pelestari seni tradisi di era kontemporer,
- Membangun ikonik seni tradisi dan religi dalam pemolisian dalam bentuk ikonik seperti mengambil nilai nilai luhur kepahlawanan dari kisah pewayangan,
- Memberdayakan maupun bekerja sama dengan sanggar seni dan budaya,
- Aktifitas pemolisian dengan dialog peradaban yang dapat sebagai penyeimbaang alam dan kehidupan melalui berbagai gerakan moral dalam social engineering,
- Pemolisian dengan pendekatan religi, seni dan tradisi,
- Membangun dan mengembangkan my house my galeri karya,
- Membangun dan mengembangkan wadah kegiatan komunitas komunitas melalui panggung tradisi seni dan religi,
- Memverdayakan dan bekerjasama dalam bidang pariwisata,
- Menjalin kemitraan dalam bidang kuliner,
- Kemitraan dengan berbagai art shop and galery, dsb.
Program diatas untuk mendukung Akselerasi Transformasi Polri dapat dibangun dengan membuat:
- Company profile para Pemimpin di semua lini dengan track record nya dan mempublikasikannya,
- Membuat apresiasi bagi Siapa dan apa karyanya:
Menampilkan para pemimpin yang berprestasi atau yang memiliki keunggulan bidang: olah jiwa (religi dan spiritualitas), olah rasa (seni budaya), olah raga, - Literasi kepemimpinan yang menjabarkan gerakan moral maupun sosial dalam Akselerasi Transformasi Polri dalam Materi Pelajaran Kontens yang berkaitan dengan proses pembelajaran dan pengetahuan
- Quotes
- Referensi
E jurnal,
E book,
E library.
- Dialog Akselerasi Transformasi Polri dalam bentuk Podcast yang dikembangkan dalam berbagai forum:
a. Forum Bhabinkamtibmas,
b. Forum Masdarwis,
c. Forum Hukum dan Keadilan,
d. Forum Ilmu Kepolisian,
e. Forum forum komunitas, dsb, - Sistem Quick Response dalam situasi Emergency maupun
Contigency:
Pola pola pemolisian dalam berbagai situasi dan kondisi serta pengambilan keputusannya. - Gerakan cooling system melalui: Seni budaya dan pariwisata bagi kemanusiaan, keteraturan sosial dan peradaban,
- Kreatifitas dan inovasi:
Hal hal baru dan kebaruan - Studi kasus:
Belajar dari berbagai kejadian atau isu isu penting yang terjadi dalam masyarakat. - Bench marking:
Studi banding dalam dan luar negeri. - Membangun model model implementasi Pemolisian dalam:
a. Sispam kota,
b. Perbatasan,
c. Konflik sosial,
d. Bhabin kamtibmas,
e. Model model pemolisian,
f. Pemimpin dan kepemimpinannya,
g. Pengamanan pemilu serentak,
h. Penanganan bencana,
i. Modernisasi Polri,
j. Social engineering, dsb.














