Goldilocks Condition: Inflasi Indonesia Ada di Kondisi Ideal 2,31%, Tetap Waspada Overvaluasi Pasar

Era Presiden Joko Widodo dulu yang berduet dengan Mendagri Tito Karnavian, keduanya sangat ketat menjaga disiplin inflasi ini lewat TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah). Mendagri Tito terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten-kota untuk memantau pergerakan harga barang (khususnya pangan) di setiap daerah.

Disebut Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) adalah instrumen pemerintah yang tak jemu-jemunya memantau pergerakan harga di masing-masih daerah. Waktu itu Presiden Jokowi sangat rajin mengingatkan dan menginstruksikan jajaran pemda untuk melakukan pengendalian inflasi. Dibuat strategi jangka panjang dan jangka pendek.

Dalam jangka pendek, supaya pemda terbuka dan aktif dalam mengintegrasikan data stok (neraca pangan) di daerahnya masing-masing. Data-data ini penting diintegrasikan sehingga basis pengambilan keputusan itu betul-betul ada pegangannya, yaitu data yang akurat.

Koordinasi antar daerah secara intensif dilakukan sehingga diketahui daerah mana yang kelebihan dan daerah mana yang kekurangan. Setiap daerah bisa saling koordinasi, sehingga bisa segera disambungkan, jangan sampai ada ego daerah (sektoral), ini demi kepentingan nasional. Stok dan harga bahan pangan terjaga. Cadangan pangan di daerah harus ada, kalau tidak ada maka dipasok dari pusat.

Pemerintah daerah dapat mengoptimalkan fiskal daerah dengan menggunakan APBD untuk intervensi pasar. Hal tersebut dimaksudkan agar angka inflasi daerah dapat terkendali, bahkan menurun secara bertahap kalau sudah dianggap terlalu tinggi tingkat inflasinya.

Sedangkan untuk strategi jangka panjang, penguatan sarana prasarana pertanian menjadi salah satu kunci pengendalian inflasi. Kita tahu bahwa setiap tahun permasalahan inflasi selalu ada pada komoditas bahan pangan yang relatif mirip-mirip saja.

Menurut Jokowi, setiap tahun problem di inflasi selalu mirip, yaitu cabai, selalu cabai rawit, selalu cabai merah, daging ayam, ya itu yang diselesaikan intinya. Kalau soal daging ayam muncul terus sebagai penyebab inflasi tinggi ya kita cari investor, lalu bikin peternakan di provinsi atau kabupaten. Untuk menyelesaikan akar masalah (root-cause) kita mesti menyoroti (zoom-in) telisik detail-nya.