Sekedar caveat (peringatan dini), belajar dari era Alan Greenspan yang dijuluki juga “Sang Maestro” karena waktu itu untuk waktu yang cukup panjang perekonomian AS menikmati kombinasi langka antara pertumbuhan lapangan kerja yang kuat, kenaikan upah dan inflasi yang rendah.
Tapi jangan lupa, bahwa kondisi Goldilocks pada dasarnya bersifat sementara karena sifat siklus ekonomi. Ekonomi Goldilocks di tahun 1990-an akhirnya berakhir dengan runtuhnya gelembung dot-com di awal tahun 2000-an. Masih ingat khan?
Setelah gelembung tersebut pecah, warisan Greenspan menjadi lebih kontroversial. Beberapa kritikus berpendapat bahwa keputusannya untuk mempertahankan suku bunga rendah terlalu lama mungkin telah berkontribusi pada overvaluasi pasar.
Banyak pengamat ekonomi mengklaim bahwa pemotongan suku bunga yang agresif sebagai respons terhadap resesi tahun 2001 memicu gelembung perumahan dan kredit di kemudian hari, yang menyebabkan krisis keuangan 2008 yang menghancurkan.
Kalau Menkeu percaya pada gerak siklikal perekonomian, mestinya ia dan timnya juga mampu untuk mengantisipasi kapan “inflection point”-nya. Kita harus maju terus, tapi dengan sesekali mengintip kaca spion, dari sejarah kita belajar banyak.
Jakarta, Selasa 23 September 2025
Andre Vincent Wenas,MM,MBA., Pemerhati Ekonomi dan Politik, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.








