JurnalPatroliNews – Jakarta – Suasana hangat dan penuh makna mewarnai malam peringatan serta pertukaran budaya yang digelar oleh International Action Art (IAA) Indonesia pada 1 Oktober 2025. Acara yang berlangsung dengan khidmat dan bersahaja ini mempertemukan sekitar 20 hingga 30 peserta, terdiri atas tokoh budaya, seniman, dan anggota dewan eksekutif organisasi.
Malam tersebut dibuka dengan penghormatan khusus kepada Putri Donna Margaret, Pearl of Northern Ireland, ibu dari Presiden IAA Indonesia, H.S.H. Muhammad Jeseus Chrishna, yang berpulang sebulan sebelumnya. Dalam suasana reflektif, para tamu diundang membawa foto orang-orang terkasih untuk dilukis secara gratis oleh seniman profesional, sementara kopi hangat dibagikan untuk mempererat keakraban.
Seni, Kehangatan, dan Visi Masa Depan
Dalam kesempatan itu, Prof. Chrishna memaparkan blueprint visionernya untuk masa depan seni aksi internasional di Indonesia, sebuah gagasan besar yang tidak hanya menekankan kolaborasi lintas budaya, tetapi juga menumbuhkan keberlanjutan ekonomi bagi pelaku seni dan komunitas budaya lokal.
“Model ini memungkinkan seni tumbuh beriringan dengan kemandirian dan pemberdayaan lembaga budaya di tanah air,” ujar Prof. Chrishna dengan optimistis.
Malam kebersamaan tersebut juga diisi dengan penyerahan sertifikat kehormatan kepada sejumlah kontributor dan pegiat budaya, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam memajukan semangat seni dan solidaritas.
Selain itu, para tamu berkesempatan mengenal lebih dekat parfum eksklusif karya Muhammad Jeseus Chrishna serta “Buku Emas”-nya, panduan inspiratif yang menawarkan langkah praktis menuju keberhasilan kewirausahaan di Indonesia.
Dari Kenangan Menuju Harapan
“Pertemuan ini bukan hanya tentang kenangan, tetapi tentang harapan,” tutur Presiden IAA Indonesia. “Ini adalah kesempatan untuk merayakan kehidupan, membangun komunitas, dan meletakkan fondasi bagi masa depan kebudayaan Indonesia yang lebih bermakna.”
Dengan formasi dewan baru yang beranggotakan tokoh-tokoh terkemuka dari dunia seni dan pemerintahan, International Action Art Indonesia kini menatap masa depan dengan keyakinan. Organisasi ini telah menyiapkan berbagai agenda budaya berskala lebih besar, termasuk program unggulan yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026.
Langkah Kecil Menuju Harmoni Besar
Acara ini bukan sekadar malam penghormatan, tetapi juga langkah maju bagi diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional. Melalui harmoni antara seni, kenangan, dan rasa kemanusiaan, International Action Art Indonesia membuktikan bahwa kreativitas mampu menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah dan penuh makna bagi dunia pariwisata budaya nasional.














