Bobby Dukung Prabowo-Gibran, Begini Respon Politisi PDIP

Lebih lanjut, kata dia, penguasa secara perlahan-lahan tengah menyelundupkan bidak-bidaknya untuk maju ke panggung politik.

“Mereka selinapkan bidak-bidaknya dalam kemasan kebebasan atas nama demokrasi,” sindirnya lagi.

Selain itu, menurutnya, langkah politik mantu Jokowi tersebut juga bertolakbelakang dengan kultur yang dianut sang mertua.

“Dalam kultur Jawa, sopan santun atau tata krama jadi landasan penting dalam bersikap, bertutur dan menentukan satu keputusan. Buktinya sang mertua tiap ambil kebijakan selalu berpegang teguh pada nilai dan tradisinya. Semisal dalam ambil keputusan penting selalu menyandarkan pada prinsip hari baik yaitu hari Rabu. Tapi apa yang terjadi pada anak dan mantunya, tradisi yang dianut sang mertua atau bapak seolah direduksi begitu saja,” urainya.

Kendati demikian, Darmadi menegaskan, partainya tidak begitu terpengaruh dengan manuver-manuver politik Jokowi dan keluarganya dalam kontestasi pilpres 2024.

“PDIP tetap solid. Penguasa dan keluarganya itu bermanuver bisa jadi nilai-nilai yang dianut partai kami tidak sejalan dengan kehendak politik mereka. Jelas tidak akan pernah sejalan karena PDIP tidak mentoleransi dinasti politik dan oligarki. PDIP wadahnya para kader yang memiliki komitmen kebangsaan yang mengedepankan egaliterianisme, anti neolib, anti dinasti,” tegasnya.