JurnalPatroliNews – Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) mengungkap temuan adanya sejumlah ruas jalan tol di Indonesia yang diduga telah mengalami cacat sejak tahap awal konstruksi. Penilaian ini mencuat dalam evaluasi kualitas infrastruktur pasca arus mudik Lebaran 2026 yang diwarnai berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak.
Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, menyampaikan bahwa hasil pengawasan menunjukkan adanya persoalan mendasar sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas jalan tol yang tidak optimal dan lebih cepat mengalami kerusakan.
“Ada beberapa ruas jalan tol yang sudah cacat dari proses konstruksi awalnya,” ujar Sofwan di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Ia menegaskan, kerusakan yang berulang tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan faktor usia jalan maupun rutinitas perawatan tahunan. Justru, akar persoalan berada pada proses konstruksi dan perencanaan yang dinilai belum ideal sejak awal proyek dijalankan.
“Yang menyebabkan itu bukan proyek tahunan, tapi memang proses konstruksi dan perencanaannya belum ideal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sofwan menilai upaya pembenahan harus dimulai dari tahap perencanaan agar kualitas jalan tol ke depan lebih terjamin. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap seluruh tahapan pembangunan infrastruktur guna mencegah kesalahan serupa terulang.
DPR, kata dia, berkomitmen memperkuat fungsi pengawasan agar pembangunan jalan tol tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi juga menjamin kualitas dan keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang.













