JurnalPatroliNews – JAKARTA — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung kemungkinan reshuffle terhadap Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dinilai lebih sebagai bentuk teguran ringan ketimbang sinyal kuat perombakan kabinet.
Pandangan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, menanggapi candaan Prabowo saat menghadiri kegiatan di Desa Tegal Retno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026.
“Ini teguran halus saja,” ujar Igor, Minggu, 24 Mei 2026.
Menurutnya, Prabowo kemungkinan hanya menegur Zulhas karena salah memberikan informasi terkait nama lokasi yang sedang dikunjungi Presiden.
Sebelumnya, dalam sambutannya di acara panen raya udang, Prabowo sempat salah menyebut nama desa lokasi kegiatan. Setelah dikoreksi warga, Prabowo lalu bercanda menyalahkan Zulhas dan menyinggung reshuffle kabinet.
“Waduh ini Menko tadi salah nama, perlu di-reshuffle gak ini kira-kira?” ujar Prabowo yang disambut tawa warga.
Igor menilai posisi Zulhas di kabinet masih relatif aman karena hubungan politik antara Prabowo dan Partai Amanat Nasional (PAN) dinilai sangat kuat.
Menurutnya, PAN selama ini konsisten memberikan dukungan politik kepada Prabowo sejak Pemilihan Presiden 2014 hingga pemerintahan saat ini.
“Karena Zulhas dan PAN selalu dukung Prabowo sejak Pilpres 2014, bahkan nanti di 2029,” tuturnya.
Karena itu, Igor berpandangan peluang Zulhas dicopot dari kabinet dalam waktu dekat sangat kecil. Kalaupun terjadi perubahan, ia menilai kemungkinan hanya berupa pergeseran posisi kementerian.
“Sangat kecil kemungkinan Zulhas di-reshuffle, kecuali mungkin cuma digeser ke instansi kementerian lain yang lebih cocok dengan kapasitasnya sebagai seorang menteri di Kabinet Merah Putih pada reshuffle berikutnya,” pungkasnya.














